Pengadaan Pembuatan Company Profile PT Indra Karya (Persero)

Bersama ini kami, PT Indra Karya (Persero), membuka tender untuk pengadaan Pembuatan Company Profile (cetak) & Video Profile yang mana proses pengadaan dilaksanakan pada platform PaDI UMKM. Peminat dapat mengunjungi laman di situs web berikut dibawah ini  untuk mengikuti pengadaan dimaksud. Dokumen pendukung pada pengadaan barang dan jasa dapat diunduh pada link :

https://drive.google.com/drive/folders/1r2sQJ6r386Z0ePq-Qy7sK68Ge2E8rYdH?usp=sharing


Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

Link pengadaan : https://padiumkm.id/user/tenders/138

Gelar Bimbingan Teknis TKDN, Indra Karya Bentuk Komitmen Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

Gelar Bimbingan Teknis TKDN, Indra Karya Bentuk Komitmen Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri, Selasa (13/9).

Jakarta – Pemerintah terus mengejar target rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen agar dapat diimplementasikan para pelaku industri pada semua sektor hingga 2024. PT Indra Karya (Persero) selaku Konsultan Konstruksi menyambut penuh hal tersebut dengan digelarnya bimbingan teknis assessment TKDN pada Agustus lalu melalui Operation and Business Development Division.

Kegiatan bimtek ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang dan Jasa serta Komitmen Direksi PT Indra Karya (Persero). Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, diatur bahwa wajib menggunakan Produk Dalam Negeri yang memiliki nilai TKDN paling sedikit 25 persen, apabila telah terdapat produk dalam negeri dengan penjumlahan nilai TKDN dan nilai Bobot Manfaat perusahaan minimal 40 persen.

“Pelatihan bimbingan teknis TKDN ini merupakan tindak lanjut atas pembentukan P3DN di internal untuk memperkuat komitmen kami sebagai Perusahaan BUMN Konsultan Karya yang bergerak di sektor Infrastruktur guna mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri baik penyerapan anggaran melalui Opex ataupun Capex kami,” ujar Okky Suryono selaku VP Corporate Secretary PT Indra Karya (Persero).

Bimtek yang dilaksanakan secara langsung pada 13 September 2022 di Hotel Teraskita, Jakarta tersebut diikuti sebanyak 30 peserta terdiri dari unsur pejabat pembuat komitmen pengadaan barang dan jasa, pejabat panitia lelang atau terkait pengadaan barang jasa dan beberapa perwakilan divisi bisnis PT Indra Karya (Persero).

Sementara itu, narasumber yang hadir secara langsung pada kegiatan ini, yakni dari PT Sucofindo (Persero). Mereka membahas mengenai Sosialisasi dan Implementasi Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk Pekerja Infrastruktur PT Indra Karya (Persero).

Okky juga mengajak pelaksanaan seluruh kegiatan di lingkungan PT Indra Karya (Persero) agar mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan komponen dalam negeri minimal 40%.

“Ke depan, seluruh aspek layanan operasi yang diberikan akan mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan TKDN minimal 40%. Dengan penggunaan produk dalam negeri, merupakan wujud kontribusi nyata Perusahaan dalam pembangunan bangsa dan negara kea rah yang lebih baik,” tutup Okky.

Indra Karya Kejar Tayang Bendungan Ameroro

PT Indra Karya (Persero) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) terutama dalam bidang infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya yakni Bendungan Ameroro yang berlokasi di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Bendungan Ameroro masuk dalam daftar PSN sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air di Sulawesi Tenggara dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air di wilayah tersebut.

“Progress Bendungan Ameroro untuk pekerjaan Konsultan Supervisi Konstruksi saat ini telah mencapai 53,7%, dan tengah memasuki tahapan pengerjaan timbunan zona 5, penyelesaian pengecoran concrete cap untuk grouting bendungan, penyelesaian galian riverbed, penyelesaian tower intake, dan proses konstruksi spillway. Kami, Indra Karya sebagai BUMN Konsultan Engineering terintegrasi, mendapatkan peran sebagai pelaksana supervisi konstruksi pada proyek bendungan Ameroro ini. Bendungan Ameroro merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR untuk mengatasi bencana banjir serta penyedia air baku di Kabupaten Konawe,” ungkap Eko Budiono selaku Direktur PT Indra Karya (Persero).

Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari pengendalian banjir di Konawe dan sekitarnya untuk mereduksi banjir di wilayah hilir dengan debit sebesar 443,3 meter kubik per detik. Sebagai daerah penyangga Kota Kendari yang merupakan Ibu Kota Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe diperkirakan akan terus berkembang salah satunya melalui pengembangan industri nikel serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang membutuhkan air baku bersumber dari bendungan.

Bendungan Ameroro sendiri mulai dilaksanakan sejak tahun 2020 dan direncanakan selesai pada 2023 ini, memanfaatkan biaya APBN sebesar Rp 1,6 Triliun. Secara umum, progress pembangunan bendungan telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas dan progress pekerjaan yang dicapai sangat baik. Pencapaian target pekerjaan dan kualitas pekerjaan ini tentunya tidak terlepas dari konsistensi dan peran serta dari kapasitas masing-masing pihak melalui kolaborasi BUMN antara kontraktor dan konsultan BUMN yakni PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya (KSO) selaku Kontraktor dan PT Indra Karya (Persero) sebagai Konsultan Supervisi Konstruksi yang bertugas menjaga kualitas dari pelaksanaan pekerjaan melalui pengawasan di lapangan.

Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung 54,53 juta meter kubik dengan luas genangan 244,06 hektare. Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini direncanakan mampu menyediakan air baku untuk Kabupaten Konawe sebesar sebesar 511 liter per detik, PLTM dengan kapasitas 1,3 Megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 8,2 Megawatt. Bendungan Ameroro memiliki tinggi puncak mencapai 82 meter, dengan panjang bendungan 324 meter, dan lebar 12 meter serta diproyeksikan dapat menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Konawe.

“Harapannya pembangunan Bendungan Ameroro ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Konawe. Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini diharapkan mampu menyediakan air baku untuk Kabupaten Konawe, PLTM dengan kapasitas 1,3 Megawatt dan PLTS sebesar 8,2 Megawatt serta pengembangan pariwisata. Selain juga berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan ini juga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai lahan konservasi dan pengembangan sektor wisata baru di Konawe,” Tutup Eko Budiono.

Indra karya Beri Bantuan Prasarana untuk Dukung UMKM di Kepulauan Seribu

(kiri-Kanan) Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) memberikan bantuan Prasarana kepada Pelaku UMKM di Kepulauan Seribu (3/9).

Kepulauan Seribu – PT Indra Karya (Persero) melalui Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan bekerja sama dengan menyerahkan bantuan berupa peralatan kerja kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu pada Sabtu (3/9) kemarin. Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Syaripudin, Kepala Suku Dinas Kabupaten Administrasi Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Sujanto Bidiroso, Kapolsek Kecamatan Seribu Selatan AKP. Wisnu Wardana, Lurah Kelurahan Pulau Tidung Hafsah dan beberapa perwakilan dari para UMKM. 

Bantuan Peralatan sarana prasarana produksi berupa mesin jahit diserahkan kepada 5 Kelompok Usaha Mikro yang ada di Pulau Tidung. Bantuan ini merupakan satu rangkaian dari kegiatan pengembangan UMKM yang masuk dalam program Pengembangan dan Peningkatan Ekonomi Kreatif.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), Gok Ari Joso Simamora menyampaikan bahwa penyaluran bantuan mesin jahit ini merupakan bentuk keterlibatan Indra Karya yang bertujuan untuk mendukung pelaksanaan operasional atau produk UMKM agar dapat dilaksanakan dengan maksimal dan mendukung upaya Pemerintah dalam meningkatkan aktivitas perekonomian lewat pemberdayaan UMKM. 

“Tidak hanya sebatas bantuan saja, tetapi dari hulu hingga ke hilir kita dampingi, jadi hulunya apa yang dibutuhkan seperti fasilitas di bidang sarana dan prasarana kemudian dari hilir kita dampingi dan kita bina di bidang SDMnya yang kita berikan pelatihan-pelatihan seperti bagaimana mengelola usaha tersebut dengan baik. Sehingga apa yang kita berikan sekarang ini adalah untuk meningkatkan produktifitas daripada UMKM yang ada di Pulau Tidung. Bantuan ini juga merupakan tindaklanjut dari pembinaan beberapa waktu lalu, sehingga dilanjutkan dengan pemberian fasilitas berupa alat produksi kepada pelaku UMKM yang ada di Pulau Tidung,” Ujar Gok Ari. 

Diawali dengan pelatihan yang sudah dilakukan sebelumnya pada 30 pelaku UMKM dari 5 kelompok, dimaksudkan agar ada peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam rangka pengembangan UMKM. Selanjutnya secara lebih mendalam kelompok tersebut fokus pada pengelolaan dan pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan berupa tas, tempat tisu, keranjang buah dan lain sebagainya yang ditingkatkan melalui bimbingan khusus dalam rangka meningkatkan keunggulan produk yang kompetitif. Tahapan terakhir dari Rangkaian kegiatan pengembangan Usaha UMKM adalah diadakannya bazaar UMKM khususnya yang menggeluti di bidang kerajinan dengan bahan dasar limbah plastik. 

Lurah Kelurahan Pulau Tidung, Hafsah menyampaikan apresiasi kepada Indra Karya sekaligus meminta jajaran Dharma Wanita di tingkat Kelurahan untuk dapat mengoptimalkan monitoring dan evaluasi bantuan yang diberikan sehingga dapat mendorong kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan UMKM.

“Atas nama pemerintah dan warga Pulau Tidung, kami mengucapkan terima kasih kepada BUMN dan PT Indra Karya atas bantuan yang di berikan. Bantuan berupa vokasi pelatihan bagi UMKM dan Perangkat jahit untuk jahit bahan dari limbah plastik ini sangat membantu bagi UMKM di Pulau Seribu ini. Bantuan ini akan kamu jaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi guna menunjang pertumbuhan ekonomi khususnya di Pulau Tidung Kabupaten Kepulauan Seribu DKI Jakarta ini,” tutur Hafsah melalui keterangannya.

Selain penyerahan bantuan sarana UMKM, acara ini juga diisi dengan pelatihan, diskusi usaha serta bazaar bagi UMKM di wilayah Pulau Tidung yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.