Dukung Penguatan Sumber Daya Air di Kalimantan Timur, Indra Karya Teken Kontrak Bendungan Marangkayu

Kalimantan Timur – Berikan kontribusi terbaik bagi masa depan sumber daya air, Indra Karya siap garap pekerjaan penyempurnaan Bendungan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara di Kantor BWS Kalimantan IV Kalimantan Timur. Pelaksanaan penandatanganan kontrak pekerjaan ini turut dihadiri oleh General Manager Divisi Engineering I PT Indra Karya (Persero), Yuli Astuti, pada Senin (19/06) yang lalu.

Melihat signifikansi kebutuhan sumber daya air kian harinya, melalui pekerjaan ini Indra Karya berupaya untuk meningkatkan ketersediaan air melalui pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi seperti pengembangan bendungan, danau dan bangunan penampung air lainnya, dengan tujuan meningkatnya layanan tampungan air bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Timur.

Bendungan Marangkayu sendiri merupakan bendungan yang masuk kedalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan kapasitas tampung 12,37 juta m3.

Adapun peran Indra Karya sebagai penyedia jasa pengawasan supervisi yakni melaksanakan pengawasan terhadap dokumen serta pelaksanaan konstruksi agar terjaga mutu dan kualitas yang sesuai dengan standar teknis yang berlaku, review desain, serta memastikan agar pekerjaan dapat terlaksana dengan menomorsatukan kesehatan, keamanan dan keselamatan saat bekerja.

Semoga Insan Indra Karya yang turut serta dalam pekerjaan ini dapat menjalankan pekerjaan dengan amanah, serta pekerjaan dapat terlaksana dengan mutu dan kualitas sesuai standar teknis yang telah ditetapkan.

Atasi Masalah Limbah, PT Indra Karya Dipercaya Lakukan Investigasi dan Pengujian FABA

Jepara – PT Indra Karya (Persero) melalui Survey & Investigation Division dipercaya untuk melaksanakan Investigasi dan Pengujian Laboratorium dalam Pemanfaatan FABA (Fly Ash Bottom Ash) dari pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Bhumi Jati Power di PLTU Tanjung Jati B, Jepara, Jawa Tengah.

FABA (Fly Ash Bottom Ash) merupakan limbah yang dihasilkan dari proses produksi PLTU. Limbah ini timbul dari hasil pembakaran batu bara pada PLTU yang melayang ke atas dan jatuh ke bawah. Zat yang melayang ke atas atau terbang disebut fly ash, sedangkan zat yang jatuh ke bawah atau terendapkan disebut bottom ash.

FABA yang dihasilkan oleh PLTU setiap tahunnya, mengalami peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan, diperlukan pengelolaan FABA agar memenuhi standar dan persyaratan teknis yang ditetapkan.

Pada kegiatan ini, PT Bhumi Jati Power bertujuan untuk memanfaatkan FABA sebagai bahan dalam pembuatan tanggul. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memanfaatkan limbah, tetapi juga untuk mengurangi dampak residu yang mungkin timbul dari proses produksi yang berpotensi merusak kondisi lingkungan.

Untuk mendukung pelaksanaannya, PT Indra Karya (Persero) melaksanakan investigasi dan juga pengujian laboratorium. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang jelas mengenai kualitas FABA yang tersedia di lokasi, sehingga dapat menjadi acuan dalam perancangan dan pemanfaatan material yang akan diuji.

Dari pelaksanaan pekerjaan ini, menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya akan membantu mengatasi masalah limbah, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan dampak negatif industri terhadap ekosistem sekitar. Diharapkan bahwa hasil dari kegiatan ini, dapat menjadi contoh positif dalam industri pembangkit listrik, dengan mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan.

Studi Pengendalian Daya Rusak Sungai Sungai Mandosi dan Sungai Bolon

Toba – Sebagai upaya mitigasi dan pengendalian kerusakan, Indra Karya garap Studi Pengendalian Daya Rusak Sungai Segmen Muara pada Sungai Mandosi dan Sungai Bolon Kabupaten Toba Sumatera Utara.

Studi ini bertujuan untuk meminimalisir daya rusak air di Segmen Muara Sungai Mandosi dan Sungai Bolon melalui identifikasi terhadap kapasitas dan kondisi sungai dan disimulasikan dengan kondisi yang ada pada aliran air sungai.

Optimalisasi Danau Terluas di Sulawesi Utara, Divisi Engineering II Indra Karya Laksanaka Supervisi Revitalisasi Danau Tondano Tahap I

Minahasa – Indra Karya terlibat dalam revitalisasi danau terbesar di Sulawesi Utara sebagai konsultan supervisi. Supervisi ini ditujukan untuk menjaga dan mengoptimalkan keberlangsungan danau agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Danau Tondano merupakan salah satu lokasi yang strategis bagi masyarakat Kabupaten Minahasa yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata serta bagi sektor pertanian dan perikanan. Selain itu, revitalisasi Danau Tondano juga diprogramkan agar dapat memberikan manfaat menjadi sumber air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Pada pekerjaan ini, Indra Karya sebagai berupaya agar dapat mengembalikan fungsi Danau Tondano yang memiliki berbagai potensi dan fungsi pemanfaatan bagi masyarakat, dengan mengurangi adanya pencemaran air, sedimentasi danau yang berpotensi menyebabkan banjir akibat pendangkalan, serta alih fungsi dan okupasi lahan di sekitaran danau.

Adapun progress supervisi Revitalisasi Danau Tondano sendiri telah mencapai 100% per Mei 2023.

Indra Karya berkomitmen agar senantiasa mengutamakan mutu dan kualitas, serta adanya efisiensi, dan memastikan pengawasan agar pelaksanaan pekerjaan dapat sesuai dengan standar mutu yang berlaku.

Pelaksanaan Uji Coba Rutin Light Rail Transit (LRT) Jabodebek

Jakarta (15/06) – Pelaksanaan Uji Coba Rutin Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Dengan menjadi konsultan yang diperluas, Indra Karya juga turut serta dalam proyek strategis pembangunan pada sektor transportasi, salah satunya pembangunan LRT Jabodebek. LRT merupakan transportasi umum yang dikembangkan untuk meningkatkan aksesibilitas dengan rute terintegrasi.

Pada pekerjaan ini, Indra Karya terlibat sebagai member konsultan supervisi dengan Lead Firm Oriental Consultants Global Co., Ltd. (OC Global) yakni perusahaan konsultan konstruksi asal Jepang. Proyek LRT Jabodebek sendiri telah dimulai sejak tahun 2015, dan ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus tahun 2023.

Tidak Hanya Pekerjaan Supervisi, Indra Karya Garap Pekerjaan Penyusunan Dokumen Pembangunan Bendungan

Batang – Indra Karya turut terlibat dalam pembangunan Bendungan Kedunglanggar Jawa Timur melalui penyusunan Dokumen Pembangunan Bendungan Kedunglanggar. Bendungan Kedunglanggar dibangun sebagai upaya penguatan sumber daya air (SDA) di Jawa Tengah.

Pada pekerjaan ini, Indra Karya selaku Penyedia Jasa Penyusunan Dokumen Pembangunan Bendungan Kedunglanggar melaksanakan pekerjaan yang mencakup kegiatan persiapan administrasi dan data, studi dan survey pendahuluan, Detail Engineering Desai (DED) dan Model Test, Sertifikasi Desain Bendungan, AMDAL dan LARAP, serta menjamin agar proses pembangunan dapat sesuai dengan mutu, kualitas, dan standar teknis yang berlaku.

Pekerjaan ini telah dimulai sejak September 2022 dan masih dalam tahap on going dengan progress mencapai 82% per Mei 2023.

Adapun konsultan yang terlibat dalam pekerjaan ini yakni PT Indra Karya (Persero), PT Hilmy Anugerah, PT Abiplan Dinamika Consultan (KSO) dengan pelaksana pekerjaan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana.

Cek Pekerjaan Indra Karya Supervisi Pembangunan Bendungan Budong Budong Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat

Pelaksanaan Supervisi Pembangunan Bendungan Budong Budong oleh Indra Karya Divisi Engineering II

Mamuju Tengah – PT Indra Karya (Persero) terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi Bendungan Budong Budong yang membendung anak sungai Budong Budong di Wilayah Sungai Kalukku-Karama Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat.

Bendungan Budong Budong merupakan salah satu dari proyek strategis nasional (PSN) yang menjadi proyek percepatan dan dianggap strategis serta memiliki urgensi tinggi untuk dapat direalisasikan dalam kurun waktu yang singkat. Menurut Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020, Proyek Strategis Nasional adalah proyek dan/atau program yang dilaksanakan Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau badan usaha yang memiliki sifat strategis untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Pembangunan Budong Budong sendiri telah dimulai pada Desember 2020 Tahun Anggaran 2020-2023 dengan PT Indra Karya (Persero) sebagai Lead Firm Konsultan Supervisi pembangunan.

Adapun progress supervisi Pembangunan Bendungan Budong Budong telah mencapai 43% per Mei 2023.

Melalui Divisi Engineering II, diharapkan pekerjaan ini dapat mewujudkan pembangunan Budong Budong dengan baik, serta dapat memberikan output yang maksimal bagi masyarakat sekitar.

Indra Karya Laksanakan Pengawasan Pembangunan Reservoir dan Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih di Kawasan Industri Medan

Medan – Menindaklanjuti kebutuhan air bersih yang vital, PT Indra Karya (Persero) melaksanakan pekerjaan Supervisi Pembangunan Jaringan Pipa Distribusi air bersih di PT Kawasan Industri Medan (KIM).

Pekerjaan ini bertujuan untuk mengawasi pekerjaan pembangunan jaringan pipa distribusi air minum yang kedepannya diharapkan dapat menjadi sarana pemenuhan kebutuhan air minum di PT KIM secara merata.

Adapun lingkup pekerjaan Divisi Engineering III Indra Karya yang menjadi pelaksana pekerjaan supervisi ini yakni sebagai fungsi pengawasan agar mutu dan kualitas pekerjaan sesuai dengan serta standar teknis yang berlaku.

Diharapkan dari adanya pekerjaan yang melibatkan Kolaborasi antar BUMN Holding Danareksa ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Berikan Solusi Permasalahan Sumber Daya Air, Indra Karya Laksanakan Kolaborasi Program Smart Water System

Sejak tahun 2020, Indra Karya telah terlibat dalam penyediaan sarana air bersih di Indonesia melalui Smart Water System by Indra Karya. Program Smart Water System ini merupakan teknologi karya insan Indra Karya yang terintegrasi dengan Smart Card dan dapat diterapkan pada desa-desa yang memiliki kesulitan akses air bersih dimana setiap warga di lokasi penerapan akan mendapatkan kartu semodel Smart Card yang digunakan sebagai Tap Card untuk mengucurkan air bersih sesuai kuota yang didapatkan secara adil dan merata melalui pembatasan kuota kebutuhan pengisian air dari masing-masing kepala keluarga yang akan terpotong secara otomatis setelah digunakan, dengan batas maksimal kuota harian untuk pengisian air bersih bagi setiap Kepala Keluarga (KK), sedangkan teknologi mesin air disesuaikan dengan sumber air yang ada.

Teknologi ini sudah mulai diimplementasikan di berbagai wilayah Indonesia antara lain Desa Modung-Jawa Timur, Desa Cidadap-Jawa Barat, Desa Marparan-Jawa Timur, Desa Junok-Jawa Timur, Adonara-NTT, Labuan Bajo-NTT dan terakhir di Desa Buyut Utara-Lampung yang bekerja sama dengan PT Hutama Karya (Persero). Adapun manfaat yang diberikan dari Smart Water System ini yakni peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan adanya pengelolaan dan optimalisasi air bersih melalui sumber daya air yang dapat memenuhi kebutuhan air bersih layak konsumsi bagi 3.851 jiwa dan 996 Kepala Keluarga sekitar Desa Buyut Utara secara adil dan merata dengan kuota yang diberikan per orang sebesar 100 liter/hari.

Sebagai informasi, Program Smart Water System Indra Karya juga telah meraih berbagai penghargaan seperti ajang BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit 2021 (BCOMSS) pada kategori Sustainablity Community Development and Involvement dengan peringkat Bronze melalui Program Smart Water System yang diberikan secara langsung oleh Menteri BUMN Bapak Erick Thohir, Penghargaan Kategori TOP CSR Awards yang diselenggarakan oleh TOP CSR Awards 2021, Penghargaan Smart Water System Management yang diselenggarakan oleh Nusantara CSR Awards 2021 The La Tofi School of CSR, dan masih banyak lagi pengakuan publik lainnya.

Kunjungan World Bank ke Proyek Irigasi yang tengah digarap Indra Karya

Takalar (29/05) – Proyek irigasi Indra Karya menyambut baik kedatangan World Bank dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) dalam rangka diskusi teknis Pelaksanaan Dukungan Implementasi dan Misi Peninjauan.
Adapun maksud dan tujuan dari kunjungan ini yakni berupa diskusi dan peninjauan dari pihak World Bank terkait progress pekerjaan SIMURP (Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project) di Daerah Irigasi Pamukkulu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (29/05).

Pada kesempatan yang sama, tenaga ahli Operational Maintenance untuk World Bank Paul Van Hofwegen mengapresiasi kinerja SIMURP DI Pamukkulu yang telah menggunakan teknologi modernisasi untuk irigasi.

Pujian yang sama turut dilontarkan oleh Tara Sinta selaku perwakilan World Bank terkait kelengkapan peralatan dan sistem yang ada SIMURP DI Pamukkulu, yakni salah satunya Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA), Irrigation Service Agreement (ISA), dan Sistem Pengelolaan Irigasi (SIPASI).

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke pusat kontrol SCADA di Kantor Satker OP BBWS Pompengan Jeneberang untuk dilaksanakannya rapat penyempurnaan ISA, yang turut dihadiri oleh Kabid, OP, Kepala Satker OP, Kepala SNVT PJPA, Ketua GP3A Cokoloe, Konsultan dan Trainer SCADA, serta SIPASI (30/05).

Sebagai informasi, PT Indra Karya (Persero) turut serta dalam proyek Technical Assistance for Detailed Engineering Design and Supervision of Strategic Irrigation Modernization Urgent Rehabilitation (SIMURP) Component-A pada wilayah pekerjaan BBWS Pompengan Jeneberang sejak tahun 2022 dengan lingkup 4 pekerjaan Daerah Irigasi (DI) yaitu DI Pamukkulu, DI Sanrego, DI Saddang (Langnga)dan DI Tabo Tabo.

Diharapkan SIMURP DI Pamukkulu dapat mengoptimalkan konservasi sumber daya air (SDA) Bendungan Pamukkulu yang dapat memaksimalkan potensi irigasi di Kabupaten Takalar.