Pengadaan Pembuatan Company Profile PT Indra Karya (Persero)

Bersama ini kami, PT Indra Karya (Persero), membuka tender untuk pengadaan Pembuatan Company Profile (cetak) & Video Profile yang mana proses pengadaan dilaksanakan pada platform PaDI UMKM. Peminat dapat mengunjungi laman di situs web berikut dibawah ini  untuk mengikuti pengadaan dimaksud. Dokumen pendukung pada pengadaan barang dan jasa dapat diunduh pada link :

https://drive.google.com/drive/folders/1r2sQJ6r386Z0ePq-Qy7sK68Ge2E8rYdH?usp=sharing


Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

Link pengadaan : https://padiumkm.id/user/tenders/138

Gelar Bimbingan Teknis TKDN, Indra Karya Bentuk Komitmen Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

Gelar Bimbingan Teknis TKDN, Indra Karya Bentuk Komitmen Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri, Selasa (13/9).

Jakarta – Pemerintah terus mengejar target rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen agar dapat diimplementasikan para pelaku industri pada semua sektor hingga 2024. PT Indra Karya (Persero) selaku Konsultan Konstruksi menyambut penuh hal tersebut dengan digelarnya bimbingan teknis assessment TKDN pada Agustus lalu melalui Operation and Business Development Division.

Kegiatan bimtek ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang dan Jasa serta Komitmen Direksi PT Indra Karya (Persero). Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, diatur bahwa wajib menggunakan Produk Dalam Negeri yang memiliki nilai TKDN paling sedikit 25 persen, apabila telah terdapat produk dalam negeri dengan penjumlahan nilai TKDN dan nilai Bobot Manfaat perusahaan minimal 40 persen.

“Pelatihan bimbingan teknis TKDN ini merupakan tindak lanjut atas pembentukan P3DN di internal untuk memperkuat komitmen kami sebagai Perusahaan BUMN Konsultan Karya yang bergerak di sektor Infrastruktur guna mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri baik penyerapan anggaran melalui Opex ataupun Capex kami,” ujar Okky Suryono selaku VP Corporate Secretary PT Indra Karya (Persero).

Bimtek yang dilaksanakan secara langsung pada 13 September 2022 di Hotel Teraskita, Jakarta tersebut diikuti sebanyak 30 peserta terdiri dari unsur pejabat pembuat komitmen pengadaan barang dan jasa, pejabat panitia lelang atau terkait pengadaan barang jasa dan beberapa perwakilan divisi bisnis PT Indra Karya (Persero).

Sementara itu, narasumber yang hadir secara langsung pada kegiatan ini, yakni dari PT Sucofindo (Persero). Mereka membahas mengenai Sosialisasi dan Implementasi Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk Pekerja Infrastruktur PT Indra Karya (Persero).

Okky juga mengajak pelaksanaan seluruh kegiatan di lingkungan PT Indra Karya (Persero) agar mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan komponen dalam negeri minimal 40%.

“Ke depan, seluruh aspek layanan operasi yang diberikan akan mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan TKDN minimal 40%. Dengan penggunaan produk dalam negeri, merupakan wujud kontribusi nyata Perusahaan dalam pembangunan bangsa dan negara kea rah yang lebih baik,” tutup Okky.

Indra Karya Kejar Tayang Bendungan Ameroro

PT Indra Karya (Persero) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) terutama dalam bidang infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya yakni Bendungan Ameroro yang berlokasi di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Bendungan Ameroro masuk dalam daftar PSN sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air di Sulawesi Tenggara dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air di wilayah tersebut.

“Progress Bendungan Ameroro untuk pekerjaan Konsultan Supervisi Konstruksi saat ini telah mencapai 53,7%, dan tengah memasuki tahapan pengerjaan timbunan zona 5, penyelesaian pengecoran concrete cap untuk grouting bendungan, penyelesaian galian riverbed, penyelesaian tower intake, dan proses konstruksi spillway. Kami, Indra Karya sebagai BUMN Konsultan Engineering terintegrasi, mendapatkan peran sebagai pelaksana supervisi konstruksi pada proyek bendungan Ameroro ini. Bendungan Ameroro merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR untuk mengatasi bencana banjir serta penyedia air baku di Kabupaten Konawe,” ungkap Eko Budiono selaku Direktur PT Indra Karya (Persero).

Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari pengendalian banjir di Konawe dan sekitarnya untuk mereduksi banjir di wilayah hilir dengan debit sebesar 443,3 meter kubik per detik. Sebagai daerah penyangga Kota Kendari yang merupakan Ibu Kota Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe diperkirakan akan terus berkembang salah satunya melalui pengembangan industri nikel serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang membutuhkan air baku bersumber dari bendungan.

Bendungan Ameroro sendiri mulai dilaksanakan sejak tahun 2020 dan direncanakan selesai pada 2023 ini, memanfaatkan biaya APBN sebesar Rp 1,6 Triliun. Secara umum, progress pembangunan bendungan telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas dan progress pekerjaan yang dicapai sangat baik. Pencapaian target pekerjaan dan kualitas pekerjaan ini tentunya tidak terlepas dari konsistensi dan peran serta dari kapasitas masing-masing pihak melalui kolaborasi BUMN antara kontraktor dan konsultan BUMN yakni PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya (KSO) selaku Kontraktor dan PT Indra Karya (Persero) sebagai Konsultan Supervisi Konstruksi yang bertugas menjaga kualitas dari pelaksanaan pekerjaan melalui pengawasan di lapangan.

Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung 54,53 juta meter kubik dengan luas genangan 244,06 hektare. Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini direncanakan mampu menyediakan air baku untuk Kabupaten Konawe sebesar sebesar 511 liter per detik, PLTM dengan kapasitas 1,3 Megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 8,2 Megawatt. Bendungan Ameroro memiliki tinggi puncak mencapai 82 meter, dengan panjang bendungan 324 meter, dan lebar 12 meter serta diproyeksikan dapat menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Konawe.

“Harapannya pembangunan Bendungan Ameroro ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Konawe. Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini diharapkan mampu menyediakan air baku untuk Kabupaten Konawe, PLTM dengan kapasitas 1,3 Megawatt dan PLTS sebesar 8,2 Megawatt serta pengembangan pariwisata. Selain juga berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan ini juga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai lahan konservasi dan pengembangan sektor wisata baru di Konawe,” Tutup Eko Budiono.

Indra karya Beri Bantuan Prasarana untuk Dukung UMKM di Kepulauan Seribu

(kiri-Kanan) Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) memberikan bantuan Prasarana kepada Pelaku UMKM di Kepulauan Seribu (3/9).

Kepulauan Seribu – PT Indra Karya (Persero) melalui Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan bekerja sama dengan menyerahkan bantuan berupa peralatan kerja kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu pada Sabtu (3/9) kemarin. Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Syaripudin, Kepala Suku Dinas Kabupaten Administrasi Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Sujanto Bidiroso, Kapolsek Kecamatan Seribu Selatan AKP. Wisnu Wardana, Lurah Kelurahan Pulau Tidung Hafsah dan beberapa perwakilan dari para UMKM. 

Bantuan Peralatan sarana prasarana produksi berupa mesin jahit diserahkan kepada 5 Kelompok Usaha Mikro yang ada di Pulau Tidung. Bantuan ini merupakan satu rangkaian dari kegiatan pengembangan UMKM yang masuk dalam program Pengembangan dan Peningkatan Ekonomi Kreatif.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), Gok Ari Joso Simamora menyampaikan bahwa penyaluran bantuan mesin jahit ini merupakan bentuk keterlibatan Indra Karya yang bertujuan untuk mendukung pelaksanaan operasional atau produk UMKM agar dapat dilaksanakan dengan maksimal dan mendukung upaya Pemerintah dalam meningkatkan aktivitas perekonomian lewat pemberdayaan UMKM. 

“Tidak hanya sebatas bantuan saja, tetapi dari hulu hingga ke hilir kita dampingi, jadi hulunya apa yang dibutuhkan seperti fasilitas di bidang sarana dan prasarana kemudian dari hilir kita dampingi dan kita bina di bidang SDMnya yang kita berikan pelatihan-pelatihan seperti bagaimana mengelola usaha tersebut dengan baik. Sehingga apa yang kita berikan sekarang ini adalah untuk meningkatkan produktifitas daripada UMKM yang ada di Pulau Tidung. Bantuan ini juga merupakan tindaklanjut dari pembinaan beberapa waktu lalu, sehingga dilanjutkan dengan pemberian fasilitas berupa alat produksi kepada pelaku UMKM yang ada di Pulau Tidung,” Ujar Gok Ari. 

Diawali dengan pelatihan yang sudah dilakukan sebelumnya pada 30 pelaku UMKM dari 5 kelompok, dimaksudkan agar ada peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam rangka pengembangan UMKM. Selanjutnya secara lebih mendalam kelompok tersebut fokus pada pengelolaan dan pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan berupa tas, tempat tisu, keranjang buah dan lain sebagainya yang ditingkatkan melalui bimbingan khusus dalam rangka meningkatkan keunggulan produk yang kompetitif. Tahapan terakhir dari Rangkaian kegiatan pengembangan Usaha UMKM adalah diadakannya bazaar UMKM khususnya yang menggeluti di bidang kerajinan dengan bahan dasar limbah plastik. 

Lurah Kelurahan Pulau Tidung, Hafsah menyampaikan apresiasi kepada Indra Karya sekaligus meminta jajaran Dharma Wanita di tingkat Kelurahan untuk dapat mengoptimalkan monitoring dan evaluasi bantuan yang diberikan sehingga dapat mendorong kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan UMKM.

“Atas nama pemerintah dan warga Pulau Tidung, kami mengucapkan terima kasih kepada BUMN dan PT Indra Karya atas bantuan yang di berikan. Bantuan berupa vokasi pelatihan bagi UMKM dan Perangkat jahit untuk jahit bahan dari limbah plastik ini sangat membantu bagi UMKM di Pulau Seribu ini. Bantuan ini akan kamu jaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi guna menunjang pertumbuhan ekonomi khususnya di Pulau Tidung Kabupaten Kepulauan Seribu DKI Jakarta ini,” tutur Hafsah melalui keterangannya.

Selain penyerahan bantuan sarana UMKM, acara ini juga diisi dengan pelatihan, diskusi usaha serta bazaar bagi UMKM di wilayah Pulau Tidung yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. 

Sukses Penuhi Kriteria CSR, Indra Karya Kembali Raih Penghargaan

Dari Kiri ke Kanan – Direktur PT Indra Karya (Persero), Eko Budiono, Menerima Piala Penghargaan dari Chairman La Tofi School of Social Responsibility dan Ketua Tim Penilai NCSRA 2022, La Tofi (26/8).

Jakarta – PT Indra Karya (Persero) kembali raih penghargaan pada kategori Pemberdayaan Ekonomi Komunitas melalui Program Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir (PRO-AKSI) dalam ajang Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2022 yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility. Penghargaan diterima secara langsung oleh Direktur PT Indra Karya (Persero) Eko Budiono yang didampingi oleh VP Corporate Secretary Okky Suryono, Manager TJSL Bambang Palgunadi dan Manager Corcom Nita Syafitri pada Jumat (26/8).

Penghargaan ini diberikan atas komitmen Indra Karya memberikan kontribusi dalam membangun kualitas hidup masyarakat dan lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), sekaligus mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Adapun acara penyerahan penghargaan berlangsung secara hybrid di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dan Zoom meeting secara bersamaan.

Direktur PT Indra Karya (Persero), Eko Budiono, menyambut antusias atas capaian penghargaan pada ajang bergengsi tersebut. Hal ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan Indra Karya dalam menjalankan program TJSL yang berkelanjutan dengan menekankan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat serta memenuhi kriteria CSR.

“Alhamdulillah kami mendapatkan penghargaan melalui program Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir (PRO-AKSI) yang terdiri dari Program Pembangunan Apartemen Kepiting dan Pelatihan serta Pengembangan UMKM. Program ini dapat berjalan tak lepas dari dukungan Kementerian BUMN dan BUMN-BUMN yang berkolaborasi bersama untuk memberikan kontribusi nyata melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa. Raihan penghargaan semakin memantapkan langkah Perseroan untuk terus menghadirkan program TJSl atau CSR yang efektif, berdampak, dan berkelanjutan sebagai bentuk karya untuk Bangsa dari kami selaku perusahaan BUMN dengan semangat BUMN untuk Indonesia,” jelasnya.

Eko menambahkan, “Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi kami kedepannya agar Indra Karya senantiasa memberikan kontribusi terbaik untuk Indonesia melalui inovasi-inovasi yang terus dikembangkan untuk memperkuat riset dan pengembangan usaha yang dimiliki seperti halnya inovasi yang mendukung bisnis utama perusahaan dan dikombinasi dengan pemenuhan tanggung jawab sosial lingkungan dan diraihnya penghargaan ini tidak lepas dari hasil kerja keras seluruh keluarga besar Indra Karya yang selalu berkomitmen dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap kegiatan dan wilayah sekitar operasionalnya. Kami berharap ke depannya prestasi ini dapat terus dipertahankan dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tutupnya.

Manager TJSL PT Indra Karya (Persero), Bambang Palgunadi, menambahkan “Program TJSL Indra Karya telah diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui program apartemen kepiting dan pelatihan UMKM serta program kolaborasi padat karya,” ucapnya.

Raihan penghargaan ini disambut baik oleh Bambang Palgunadi, dia menyatakan bahwa Program Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir (PRO-AKSI) ini telah meraih 2 (dua) penghargaan sebelumnya dan kembali meraih penghargaan di ajang Nusantara CSR Awards 2022 yang merupakan sebuah apresiasi atas keberhasilan PT Indra Karya (Persero) dalam menjalankan fungsi perusahaan melalui program CSR dan CSV (Creating Share Value).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada La Tofi dan seluruh dewan juri atas kesempatan bergengsi ini, penghargaan Nusantara CSR Awards 2022 dari The La Tofi School of CSR yang diraih ini merupakan sebuah apresiasi atas keberhasilan Perseroan dalam menjalankan fungsi perusahaan melalui program TJSL yang berdampak positif bagi ekonomi komunitas. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Indra Karya sebagai salah satu penerima penghargaan. Penghargaan ini, dapat menjadi sarana pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas program serta mendorong CSV untuk mendukung bisnis perusahaan yang berkelanjutan,” tutup Bambang.

Chairman La Tofi School of Social Responsibility dan Ketua Tim Penilai NCSRA 2022, La Tofi, yang turut hadir memberikan sambutan pada acara pembukaan menyampaikan bahwa setiap tahunnya apresiasi ini ditujukan sebagai proses pembelajaran dan meningkatkan best practices terutama di bidang CSR bagi seluruh perusahaan baik BUMN maupun Swasta. Selain itu, melalui acara ini pihaknya juga ingin menginspirasi kemitraan dari berbagai pihak dalam mendukung pencapaian SDGs.

Program Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir (PRO-AKSI) ini merupakan program kolaborasi 21 BUMN di Madura yang terdiri dari program Pembangunan Apartemen Kepiting dan Pelatian serta Pengembangan UMKM. Melibatkan 62 Petani dan Pelaku Usaha UMKM Batik Madura, 5 Paket Bentuk Program Vokasi Life Skill, 2000 box yang disusun layaknya apartemen. Dengan melaksanakan pembinaan bagi pelaku UMKM dan BUMDes untuk analisa kekuatan dan kelemahan dari usaha yang dijalankan, menciptakan lapangan kerja dan mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, membekali mindset kewirausahaan bagi BUMDes agar dapat menjadi organisasi profit yang mandiri dan memiliki value yang besar, memonitoring perkembangan kualitas dan kapabilitas anggota BUMDes dan membekali pengelolaan sumber daya manusia dengan tujuan menciptakan lapangan kerja dan mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, secara bertahap PRO-AKSI ini mampu meningkatkan pendapatan UMKM minimal sebesar 200% setelah pelaksanaan.

Pengemasan budidaya kepiting dengan apartemen ini sangat menyimpan ruang lahan pembudidayaan, dimana pada awalnya dilakukan dengan tambak yang memakan banyak lahan, hingga dapat dipangkas menjadi satu bangunan seluas 80 meter kubik dengan total berat hasil pembudidayaan sebesar 6 ton per 3 (tiga) bulan.

Sukses Berdayakan Masyarakat Pesisir melalui program Apartemen Kepiting, Indra Karya Raih Penghargaan CSR

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora (Kanan) menerima langsung penghargaan dalam ajang TJSl&CSR Award 2022

Jakarta – PT Indra Karya (Persero) kembali meraih dua penghargaan pada kategori Pilar Ekonomi Terbaik Bintang 4 dan Pilar Sosial Terbaik Bintang 4 dalam ajang TJSL & CSR Awards 2022 yang diselenggarakan oleh BUMN Track melalui program Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir (PRO-AKSI). Penghargaan diterima secara langsung oleh Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora yang didampingi oleh VP Corporate Secretary Okky Suryono, Manager TJSL Bambang Palgunadi dan Manager Corcom Nita Syafitri pada Kamis (11/8) di Grand Ballroom Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta dengan mengusung tema “Akselerasi BUMN Mendorong Pemulihan Ekonomi Melalui TJSL & CSR”.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan Indra Karya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan dengan menekankan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang dicanangkan oleh Pemerintah dan menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat.

“Penghargaan di bidang TJSL & CSR bagi Indra Karya yang merupakan BUMN Konsultan Konstruksi ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk membuat program TJSL yang lebih inovatif dan terus menjalankan program CSR berkelanjutan yang menciptakan Creating Shared Value (CSV) sebagai bentuk karya serta kontribusi agar semakin memberikan dampak positif bagi Perusahaan dan Masyarakat sebagai wujud BUMN untuk Indonesia,” ujar Gok Ari.

Gok Ari menambahkan “Program TJSL Indra Karya diarahkan untuk mendorong ekonomi masyarakat pesisir melalui program apartemen kepiting dan pelatihan UMKM serta program kolaborasi padat karya,” tutupnya.

Raihan penghargaan ini juga disambut baik oleh Sekretaris Perusahaan PT Indra Karya (Persero), Okky Suryono yang menyatakan bahwa perolehan penghargaan TJSL & CSR Awards 2022 ini merupakan sebuah apresiasi atas keberhasilan PT Indra Karya (Persero) dalam menjalankan fungsi perusahaan melalui program CSR dan CSV. Acara ini tentunya baik untuk diikuti agar dapat terus mengevaluasi dan memunculkan inovasi-inovasi baru khususnya pada bidang TJSL atau CSR yang selaras untuk mendukung Core Business Perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan bergengsi ini, penghargaan yang diraih ini merupakan sebuah apresiasi atas keberhasilan Indra Karya dalam menjalankan fungsi perusahaan melalui program CSR yang tepat guna dan tepat sasaran bagi Masyarakat sesuai dengan kompetensi bidang yang kami miliki. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Indra Karya sebagai salah satu penerima penghargaan. Penghargaan ini, dapat menjadi sarana pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas program serta mendorong CSV untuk mendukung bisnis perusahaan yang berkelanjutan,” tutup Okky.

Program Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir (PRO-AKSI) ini merupakan program kolaborasi 21 BUMN di Madura yang terdiri dari program Pembangunan Apartemen Kepiting dan Pelatian serta Pengembangan UMKM. Melibatkan 62 Petani dan Pelaku Usaha UMKM Batik Madura, 5 Paket Bentuk Program Vokasi Life Skill, 2000 box yang disusun layaknya apartemen. Dengan melaksanakan pembinaan bagi pelaku UMKM dan BUMDes untuk analisa kekuatan dan kelemahan dari usaha yang dijalankan, menciptakan lapangan kerja dan mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, membekali mindset kewirausahaan bagi BUMDes agar dapat menjadi organisasi profit yang mandiri dan memiliki value yang besar, memonitoring perkembangan kualitas dan kapabilitas anggota BUMDes dan membekali pengelolaan sumber daya manusia dengan tujuan menciptakan lapangan kerja dan mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, secara bertahap PRO-AKSI ini mampu meningkatkan pendapatan UMKM minimal sebesar 200% setelah pelaksanaan.

Pengemasan budidaya kepiting dengan apartemen ini sangat menyimpan ruang lahan pembudidayaan, dimana pada awalnya dilakukan dengan tambak yang memakan banyak lahan, hingga dapat dipangkas menjadi satu bangunan seluas 80 meter kubik dengan total berat hasil pembudidayaan sebesar 6 ton per 3 (tiga) bulan.

Perkuat peran BUMN sektor SDA, Indra Karya dan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I Jalin Kerja Sama optimalisasi Sumber Daya

Penandatanganan Nota Kesepahaman Indra Karya dengan Perum Jasa Tirta 1

Jakarta (10/05) – PT Indra Karya (Persero) menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I dalam rangka berkolaborasi mengiptimalkan pemanfaatan sumber daya masing-masing perusahaan di bidang pengelolaan sumber daya air (SDA). Kolaborasi ini di tuangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar kedua belah pihak. Penandatanganan komitmen kerjasama tersebut digelar pada hari Selasa (10/05) bertempat di Kantor PJT I Perwakilan Jakarta. Pada kesempatan ini, dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora dan Direktur PT Indra Karya (Persero) Eko Budiono bersama Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan, beserta jajaran dari masing-masing Perusahaan.

Acara ini merupakan inisiasi yang dilakukan dalam rangka memperkuat potensi dan peran dari kedua BUMN yang bergerak di sektor sumber daya air. Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan yang dalam sambutannya mengatakan bahwa rencana kerja sama ini adalah dalam rangka pemanfaatan sumber daya perusahaan, yakni kegiatan di bidang Sumber Daya Air (SDA) termasuk pengembangan pemanfaatan pengetahuan dan teknologi di Bidang SDA, Pemanfaatan energi baru terbarukan di bidang SDA, pengelolaan sumber daya perusahaan, khususnya berupa pengembangan digitalisasi di berbagai bidang termasuk pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga penguatan proses bisnis perusahaan di bidang jasa konsultansi, laboratorium air, laboratorium tanah dan laboratorium udara.

“Rencana kerja sama antara kami PJT I dan Indra Karya ini adalah dalam rangka pemanfaatan sumber daya perusahaan yakni kegiatan di dalam bidang Sumber Daya Air (SDA) termasuk pengembangan pemanfaatan pengetahuan dan teknologi di Bidang SDA, digitalisasi diberbagai bidang hingga pengelolaan SDM dan laboratorium yang dimiliki. Tujuan kerja sama ini adalah dalam rangka memperkuat kolaborasi antar BUMN di sektor SDA agar semakin baik dalam mengemban tugas dari Pemerintah kedepannya,” kata Raymond Valiant Ruritan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari usaha perusahaan dalam memperkuat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki perusahaaan khususnya di bidang survei dan investigasi, pemetaan dan pengelolaan SDA hingga pemanfaatan energi baru terbarukan di bidang SDA yang masih kompetitif dan potensial untuk dikembangkan bersama.

“Kolaborasi antara Indra Karya dan Perum Jasa Tirta I ini merupakan bagian dari usaha perusahaan untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang di miliki masing – masing perusahaaan, dan kami menyambut baik atas inisiasi kolaborasi ini agar BUMN di sektor SDA ini semakin kuat dalam mengemban amanah yang di berikan, potensi layanan di sektor survei dan investigasi masih cukup besar termasuk pada layanan jasa pengujian laboratorium tanah dan geoteknik yang kami miliki, sekaligus kami ingin bersama-sama memperkuat digitalisasi layanan di bidang sumber daya air,” Ujar Gok Ari Joso Simamora.

Terjalinnya kerja sama ini merupakan langkah positif bagi PT Indra Karya (Persero) dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I untuk terus berkontribusi dalam membangun kolaborasi dilingkungan BUMN. Harapannya melalui kerjasama dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I, dapat membuka peluang perusahaan untuk menjalin kerja sama di sektor lainnya terutama dalam bidang Sumber Daya Air (SDA) sehingga ke depan, keberadaan PT Indra Karya (Persero) dapat terus memberikan kontribusi positif untuk Indonesia.

PT Indra Karya (Persero) dan Perum Jasa Tirta 1 merupakan BUMN yang terlahir dalam satu rahim yang sama yakni di awali pada saat pelaksanaan proyek pengembangan dan pengelolaan sungai brantas di Jawa Timur, saat ini kedua perusahaan masuk ke dalam Holding PT Danareksa (Persero). PT Indra Karya (Persero) telah terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional terutama pada pembuatan Bendungan di Indonesia. Adapun sebanyak 65% lebih dari keseluruhan bendungan yang ada di Indonesia, Indra Karya senagai BUMN konsultan konstruksi telah menghasilkan berbagai maha karya dalam bentuk desain bendungan yang high standard, inovatif, dan terintegrasi. Selain itu, dalam menjamin ketersediaan air nasional, Bendungan menjadi salah satu bagian utama untuk memberikan kepastian ketahanan air secara berkelanjutan yang diperuntukan ketersediaan air baku bagi masyarakat termasuk bagi sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan yang ada di Indonesia. Sedangkan, Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I merupakan BUMN yang bertugas dalam bidang pengelolaan Sumber Daya Air yang bermutu dan baik dalam memberi manfaat pelayanan air dan melindungi masyarakat dari daya rusak air. Serta melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengelolaan wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS). Saat ini Perum Jasa Tirta I ditugaskan untuk melakukan pengelolaan serta pengusahaan di 5 (lima) Wilayah Sungai strategis yang menjadi kewenangan Pusat. Pengelolaan SDA dilakukan oleh Perum Jasa Tirta I secara terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan prinsip Integrated Water Resources Manajemen (IWRM). Hal ini dirupakan dalam bentuk pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana pengairan yang terdapat di berbagai wilayah di Indonesia. Perum Jasa Tirta I juga bergerak dalam bidang pengusahaan Sumber Daya Air, dengan mengoptimalkan nilai manfaat aset kelola sekaligus sumber daya Perusahaan untuk menghasilkan produk layanan untuk masyarakat luas, diantaranya penyediaan air bersih, pembangkitan energi, jasa uji kualitas air dan udara, hingga pengelolaan pariwisata.

Indra Karya Siap Kawal Pembangunan Bendungan Mbay NTT

Bendungan Mbay, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Jakarta (21/04) – Bendungan Mbay merupakan bendungan yang terletak di kabupaten Nagekeo, provinsi Nusa Tenggara Timur. Bendungan ini termasuk proyek infrastruktur dan merupakan satu dari 11 bendungan baru yang menjadi prioritas pemerintah karena masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan PERPRES Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Bendungan Mbay direncanakan akan dibangun mulai tahun 2021 hingga 2027 mendatang dengan tujuan pembangunan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan tampungan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora menyampaikan bahwa sebagai perusahaan BUMN, Indra Karya dalam berkomitmen untuk terus menunjukkan kinerja positif di tengah pandemi saat ini khususnya pada sektor pengelolaan Sumber Daya Air seperti pembangunan bendungan. Pada tahun sebelumnya, Indra Karya berhasil merampungkan beberapa bendungan untuk mendukung infrastruktur ketahanan air dan pangan bagi masyarakat Indonesia. Bendungan Mbay ini menjadi proyek bendungan pertama yang dikerjakan Indra Karya pada 2022 dan Indra Karya siap memberikan kontribusi terbaiknya dalam pembangunan Bendungan Mbay. Lebih lanjut Gok Ari juga menegaskan bahwa pembangunan Bendungan Mbay di NTT merupakan salah satu wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Sebagai perusahaan BUMN, Indra Karya dalam berkomitmen untuk terus menunjukkan kinerja positif di tengah pandemi saat ini khususnya pada sektor pengelolaan Sumber Daya Air seperti pembangunan bendungan. Pada tahun sebelumnya, Indra Karya berhasil merampungkan beberapa bendungan untuk mendukung infrastruktur ketahanan air dan pangan bagi masyarakat Indonesia. Bendungan Mbay ini menjadi proyek bendungan pertama yang dikerjakan Indra Karya pada 2022 dan Indra Karya siap memberikan kontribusi terbaiknya dalam pembangunan Bendungan Mbay. Pembangunan bendungan ini merupakan salah satu wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga perlu kita dukung dan kerjakan dengan sebaik mungkin,” ujar Gok Ari.

Vice President Operation and Business Development Division, Gagah Guntur Aribowo, menyampaikan bahwa dalam pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo Provinsi NTT (Paket-1 dan Paket-2), Indra Karya memiliki peran sebagai Lead Konsultan Supervisi Konstruksi. Adapun pada tanggal 30 Juni 2021, telah dilaksanakannya penandatangan kontrak Pekerjaan Supervisi Pembangunan antara PT Indra Karya (Persero) Divisi Engineering I – Rasenta – Sabana KSO dengan PPK Kegiatan Bendungan II BWS NT2.

“Keterlibatan Indra Karya pada pembangunan Bendungan Mbay adalah sebagai Lead Konsultan Konstruksi dimana Indra Karya juga telah mengadakan penandatangan kontrak Pekerjaan Supervisi Pembangunan antara PT Indra Karya (Persero) Divisi Engineering I – Rasenta – Sabana KSO dengan PPK Kegiatan Bendungan II BWS NT2 pada tanggal 30 Juni 2021 lalu,” jelas Gagah.

Lebih lanjut Gagah menjelaskan bahwa desain konstruksi Bendungan Mbay didesain dengan tinggi 48 m, lebar 12m dan panjang 436 m dengan volume kapasitas tampungan total 51,74 juta m3 dengan luas genangan 499,44 ha. Selain itu, Bendungan Mbay didesain dengan tipe zonal dengan inti tegak. Pembangunan Bendungan Mbay terbagi menjadi 2 paket dimana progres fisik untuk paket I sudah 2,21% dan paket II baru 0,83%. Adapun, Paket I dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Bumi Indah KSO dan Paket II PT Brantas Abipraya. Sedangkan supervisi dikerjakan oleh PT Indra Karya – Rancang Semesta – Sabana (KSO). 

Sebagai informasi, pembangunan bendungan Mbay telah melalui proses yang panjang dimana feasibility study telah dilakukan pada tahun 1999-2000, kemudian dilanjutkan dengan detail desain pada 2001-2002 dan 2016. Serta Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) dan AMDAL dilakukan pada 2018, jelas Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT II Agus Sosiawan. Adapun untuk anggaran biaya pembangunan Bendungan Mbay yang dikerjakan pada 2021-2024 ini dibangun dengan anggaran Rp1,915 triliun.

“Nantinya bendungan ini akan menghasilkan air baku 0,21 m3/detik dan memberikan manfaat irigasi terhadap 5.899 ha lahan pertanian. Dengan dibangunnya Bendungan Mbay di Provinsi NTT, diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam di kota Mbay. Disamping itu juga untuk penyediaan air baku kota Mbay dan sekitarnya serta pengendalian banjir di daerah hilir,” tambah Gagah.

Indra Karya yang merupakan BUMN konsultan konstruksi yang kini masuk ke dalam Holding PT Danareksa (Persero) ini, telah terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional terutama pada pembuatan Bendungan di Indonesia, sebanyak 65% lebih dari keseluruhan bendungan yang ada di Indonesia Indra Karya telah menghasilkan maha karya dalam bentuk desain bendungan yang high standard, inovatif, dan terintegrasi. Dalam menjamin ketersediaan air nasional, Bendungan menjadi salah satu bagian utama untuk memberikan pemastian ketahanan air secara berkelanjutan yang diperuntukan ketersediaan air baku bagi masyarakat termasuk bagi sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Indra Karya Sigap Menanggulangi Permasalahan Banjir di Kawasan Mandalika

Jakarta (19/03) – Beberapa waktu terakhir, intensitas hujan tinggi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia telah mengakibatkan pemukiman warga terendam banjir, termasuk di wilayah Kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan informasi masyarakat dan tinjauan lapangan, setiap tahun terjadi banjir di sungai balak dan sungai ngolang yang diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan penyempitan alur di hilir sungai balak dan sungai Ngolang.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), Gok Ari Joso Simamora pada kegiatan kunjungan kerja yang dilakukannya Sabtu (19/03) lalu bersama dengan Direktur PT Indra Karya (Persero) Eko Budiono dan VP Corporate Secretary Okky Suryono, menyampaikan bahwa sebagai perusahaan BUMN yang memiliki komitmen untuk terus menunjukkan kinerja kerja yang positif, Indra Karya mendapatkan penugasan negara dalam menanggulangi permasalahan banjir di Kawasan Mandalika akibat curah hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu. Penugasan ini diberikan berdasarkan surat keputusan dari Ketua Tim Pengadaan Barang dan Jasa Bidang Sumber Daya Air Nomor: PB 02 01/TPBJK SDA /133. Gok Ari menyampaikan, bahwa kegiatan kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau kesiapan saluran drainase untuk pengendalian banjir di Kawasan Mandalika dan Sirkuit Mandalika melalui sistem pengelolaan drainase terintegrasi yang di kelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) NT 1 Kementerian PUPR.

“Sebagai perusahaan BUMN yang memiliki komitmen untuk terus menunjukkan kinerja kerja yang positif, Indra Karya mendapatkan penugasan negara dalam menanggulangi permasalahan banjir di Kawasan Mandalika akibat curah hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu, berdasarkan surat keputusan dari Ketua Tim Pengadaan Barang dan Jasa Bidang Sumber Daya Air Nomor: PB 02 01/TPBJK SDA /133. Sehingga kegiatan kunjungan kerja ini, bertujuan untuk meninjau kesiapan saluran drainase untuk pengendalian banjir di Kawasan Mandalika dan Sirkuit Mandalika melalui sistem pengelolaan drainase terintegrasi yang di kelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) NT 1 Kementerian PUPR. Adapun, upaya penanggulangan bencana, termasuk banjir merupakan tanggung jawab kita bersama,” jelas Gok Ari.

Selain itu, Gok Ari juga menyampaikan kegiatan pekerjaan yang dilakukan oleh Indra Karya untuk mengatasi banjir meliputi 8 lokasi antara lain Pekerjaan Drainase Triputri, Pekerjaan Parapet Lagoon Barat, Pekerjaan Pintu Air, Pekerjaan Rumah Pompa dan Kolam Tampung, Pekerjaan Jembatan, Pekerjaan Shotcrete Bukit HPL 95, Pekerjaan Cross Drain dan Peningkatan Kapasitas Tampungan S. Songgong, Peningkatan Kapasitas Tampungan, Revetment dan Groundsill S. Nandus, serta Peningkatan Kapasitas Tampungan S. Balak. Melalui proyek pekerjaan yang dilakukan ini dapat membantu mengatasi permasalahan banjir di Kawasan Mandalika, sehingga nantinya dapat menjadi kawasan wisata yang semakin maju.

“Semoga melalui 8 proyek lokasi pekerjaan yang dilakukan oleh Indra Karya ini dapat membantu mengatasi permasalahan banjir di Kawasan Mandalika sehingga Mandalika semakin berkembang sebagai kawasan wisata serta potensi pariwisata Nusa Tenggara Barat dapat semakin meningkat,” ucap Gok Ari.

Lebih lanjut, Gok Ari selaku Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) menjelaskan bahwa keterlibatan Indra Karya dalam menanggulangi permasalahan banjir untuk kawasan hilir dapat dipastikan kesiapannya sudah 100% dan sistem pengendalian banjir telah dilakukan dengan baik, dilihat dari hasilnya dalam pelaksanaan perhelatan event internasional Moto Grand Prix Minggu (20/03) kemarin, meskipun terjadi hujan yang cukup deras sebelum perhelatan event Sirkuit Mandalika ini dimulai namun dikarenakan semua sistem pengelolaan drainase yang telah dilakukan berjalan dengan baik sehingga tidak menimbulkan banjir baik di Kawasan Mandalika maupun Sirkuit Mandalika. Hal ini menunjukkan bahwa Indra Karya berhasil dalam menanggulangi permasalahan banjir yang ada.

“Keterlibatan Indra Karya dalam menanggulangi permasalahan banjir yang berada di kawasan hilir dapat dipastikan kesiapannya sudah 100% dan sistem pengendaliannya juga berjalan dengan baik, dilihat dari hasilnya melalui pelaksanaan perhelatan event internasional Moto Grand Prix pada hari Minggu (20/3) kemarin, meskipun sempat terjadi hujan yang cukup deras namun dikarenakan semua sistem pengelolaan drainase yang telah dilakukan berjalan dengan baik sehingga tidak menimbulkan banjir baik di Kawasan Mandalika maupun Sirkuit Mandalika. Hal ini menunjukkan bahwa Indra Karya berhasil dalam menanggulangi permasalahan banjir yang ada,” tambah Gok Ari.

Sebagai informasi, Mandalika merupakan sebuah kawasan wisata yang memiliki luas 20.035 hektar yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sejak tahun 2017 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014, Mandalika sudah diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang direncanakan dapat menjadi kawasan wisata. KEK Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dengan pembangunan obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata yang selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat. Melalui sistem pengelolaan drainase yang merupakan sistem pembuangan air permukaan, baik secara gravitasi maupun dengan pompa dengan tujuan untuk mencegah terjadinya genangan, menjaga dan menurunkan permukaan air sehingga dapat berfungsi mengumpulkan aliran air dari Sungai Ngolang dan Sungai Soker untuk selanjutnya dialirkan ke Sungai Lagon, dapat membantu dalam mengamankan atau mengurangi risiko banjir di area sirkuit dan KEK Mandalika. Sehingga acara perhelatan event sirkuit MotoGP Mandalika ini dapat berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan resiko banjir.

Indra Karya Pastikan Kesiapan Teknis 100%, Bendungan Bintang Bano Siap Diresmikan

Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat – Provinsi NTB

Jakarta (10/1) – Bendungan Bintang Bano merupakan bendungan yang terletak di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi NTB. Bendungan ini siap untuk diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo pada pertengahan Januari 2022 mendatang.

Vice President Operation and Business Development Division, Gagah Guntur Aribowo, menyampaikan bahwa dalam pembangunan Bendungan Bintang Bano, Indra Karya memiliki peran sebagai Konsultan Konstruksi yang terlibat mulai pengerjaan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan, detail desain, kajian AMDAL, sertifikasi desain hingga pekerjaan supervisi konstruksi.

“Adapun keterlibatan Indra Karya pada pembangunan Bendungan Bintang Bano adalah sebagai Konsultan Konstruksi yang telah ikut serta mulai dari pengerjaan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan pada tahun 2006, kemudian Indra Karya juga turut dalam pekerjaan Detail Engineering Desain (DED), Kajian AMDAL dan Sertifikasi Desain pada tahun 2009 dan pekerjaan supervisi konstruksi yang dimulai sejak November tahun 2015 hingga Desember 2021. Pada akhir bulan Desember 2021 progress pembangunan telah selesai 100% sehingga dalam waktu dekat sudah siap untuk diresmikan Presiden Joko Widodo,” jelas Gagah.

Lebih lanjut Gagah menjelaskan bahwa desain Bendungan Bintang Bano dirancang dengan type bendungan rockfill inti tegak dengan tinggi 72 m, panjang 471 m dan lebar puncak 12 m. Bendungan Bintang Bano membendung aliran Sungai Brang Rea dengan total kapasitas tampung 76,2 juta m3 dan luas genangan 256,47 ha.

“Dengan selesainya pembangunan Bendungan Bintang Bano ini, diharapkan akan meningkatkan produktivitas pertanian pada areal + 6.600 ha, menyediakan air bersih bagi masyarakat Kab Sumbawa Barat sebesar 550 ltr/det dan pengendalian banjir bagian hilir terutama di Kota Taliwang. Selain itu bendungan ini juga dapat menghasilkan energi listrik dengan kapasitas 8,8 MW dan menjadi salah satu destinasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi karena menjadi salah satu bendungan terindah yang ada di Indonesia. Untuk menjaga fungsi bendungan dapat terus berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat serta menjaga keamanan bendungan, nantinya bendungan ini akan dilakukan inspeksi rutin setiap tahun dan inspeksi besar secara berkala setiap 5 tahun sekali,” tambah Gagah.

Indra Karya yang merupakan BUMN konsultan konstruksi yang kini masuk ke dalam Holding PT Danareksa (Persero) ini, telah terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional terutama pada pembuatan Bendungan di Indonesia, sebanyak 65% lebih dari keseluruhan bendungan yang ada di Indonesia Indra Karya telah menghasilkan maha karya dalam bentuk desain bendungan yang high standard, inovatif, dan terintegrasi. Dalam menjamin ketersediaan air nasional, Bendungan menjadi salah satu bagian utama untuk memberikan pemastian ketahanan air secara berkelanjutan yang diperuntukan ketersediaan air baku bagi masyarakat termasuk bagi sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.