Sukses Impounding, Indra Karya Terlibat Sebagai Supervisi Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan

Sukses Impounding, Indra Karya Terlibat Sebagai Supervisi Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan, Jumat (25/11).

Manado – Bendungan Kuwil Kawangkoan yang berada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi telah dilaksanakan pengisian awal (Impounding) pada Jumat (25/11) dengan ditandai penekanan tombol sirine oleh Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Walikota Manado Andrei Angouw dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, I Komang Sudana. Rangkaian acara Impounding bendungan dengan kapasitas tampung 23,4 juta m3 dan luas genangan 139 ha ini dihadiri oleh Deputi Bidang Hukum & Perundang-undangan Kementerian BUMN, Carlo. Tewu, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), Gok Ari Joso Simamora, VP Corporate Secretary PT Indra Karya (Persero), Okky Suryono dan VP Operation and Business Development PT Indra Karya (Persero), Gagah Guntur Aribowo.

Airlangga Mardjono selaku Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR juga Komisaris Utama PT Indra Karya (Persero) dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah turut membantu terselenggaranya kegiatan Impounding ini. Dijelaskan bahwa bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak Agustus tahun 2016.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan hingga terselenggaranya kegiatan Impounding hari ini. Bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak Agustus tahun 2016 dan telah selesai pembangunan fisik pada tahun 2022. Saya berharap dengan adanya pembangunan bendungan ini, kita semua mampu untuk menjaga sumber air, salah satunya bendungan, sehingga sumber daya air bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan berkelanjutan,” ucap Airlangga.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora mengatakan bahwa berjalannya proyek ini tentunya tidak terlepas dari konsistensi dan peran serta dari kapasitas masing-masing pihak melalui kolaborasi BUMN antara kontraktor dan konsultan BUMN yakni PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Nindya Karya – KSO selaku Kontraktor dan PT Indra Karya (Persero) melalui Divisi Engineering II – PT Maxitech Utama – PT Mutiara Gading Perkasa – KSO sebagai Konsultan Supervisi yang bertugas menjaga kualitas dari pelaksanaan pekerjaan melalui pengawasan di lapangan.

“Indra Karya sebagai Konsultan Supervisi melaksanakan perannya sebagai pengawas di lapangan pada proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan ini. Sebelum dilaksanakan kegiatan Impounding hari ini, PT Indra Karya (Persero) melalui Divisi Engineering II telah melakukan persiapan teknis intensif yang meliputi evaluasi pelaksanaan konstruksi, laporan penyiapan daerah genangan, laporan rencana pengisian awal waduk dan laporan pedoman OP. Pelaksanaan pekerjaan ini tidak pernah dihentikan selama pandemi Covid-19 dengan tetap mengedepankan protokol penanganan Covid-19 yang sangat ketat. Kami akan terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam kegiatan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya sesuai dengan nawacita Pemerintah,” ungkap Gok Ari.

Bendungan tipe urugan zona dengan inti ditengah yang terdiri dari zona inti lempung, zona filter halus, zona filter kasar, zona batu dan zona rip rap ini diproyeksikan dapat memberikan banyak manfaat pada ketahanan sumber daya air bagi masyarakat Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Manfaat yang dihasilkan Bendungan Kuwil Kawangkoan yakni antara lain mengatasi masalah banjir Kota Manado dan sekitarnya dengan menjadi pengendali debit banjir Q40 sebesar 470,00 m3/detik; menjadi penyedia air baku 4,50 m3/detik untuk Kota Bitung, Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara; serta menjadi potensi sumber listrik PLTM berkapasitas 2 x 0,70 MW. Kedepannya Bendungan Kuwil Kawangkoan juga berpotensi untuk dilakukan pengembangan pada sektor pariwisata. Proyek ini juga merupakan bagian dari antisipasi pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya, dimana telah terjadinya banjir bandang pada tahun 2014.

Dalam mewujudkan ketahanan pangan dan air yang berkelanjutan, Pemerintah dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang diterbitkan pada 17 November 2020 menetapkan Bendungan Kuwil Kawangkoan menjadi salah satu bendungan yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Indra Karya bersama Jasa Tirta Energi lakukan penandatanganan Memorandum of Collaboration dalam rangka Kerja Sama Jasa Konsultansi Perencanaan dan Pengawasan

Indra Karya bersama Jasa Tirta Energi lakukan penandatanganan Memorandum of Collaboration dalam rangka Kerja Sama Jasa Konsultansi Perencanaan dan Pengawasan pada Rabu (23/11).

Jakarta (23/11) – PT Indra Karya (Persero) bersama PT Jasa Tirta Energi lakukan penandatanganan Memorandum of Collaboration dalam rangka Kerja Sama Jasa Konsultansi Perencanaan dan Pengawasan Bidang Sumber Daya Air, Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan Survei dan Investigasi, Konstruksi, Gedung dan Lingkungan.

Penandatanganan MoC ini dilakukan antar kedua pihak pada hari Rabu (23/11) bertempat di Ruang Rapat Jatigede Kantor Pusat PT Indra Karya (Persero), Jakarta. Disaksikan Gok Ari Joso Simamora selaku Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), kegiatan penandatanganan dilakukan oleh Direktur PT Indra Karya (Persero) Eko Budiono dan Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Etty Susilowati, serta dihadiri oleh jajaran dari masing-masing Perusahaan.

Acara ini merupakan inisiasi perusahaan dalam rangka memperkuat potensi sumber daya dari masing-masing perusahaan. Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya perseroan memperkuat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki perseroan sekaligus ingin menunjukkan bahwa perseroan memiliki kompetensi dan pengalaman dalam mengerjakan berbagai jenis pekerjaan yang berkaitan dengan Jasa Konsultansi Perencanaan dan Pengawasan.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari usaha perseroan untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki perseroan sekaligus ingin menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kompetensi dan pengalaman dalam mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan Jasa Konsultansi Perencanaan dan Pengawasan dalam rangka memperkuat kolaborasi BUMN,” ujar Gok Ari.

Dalam kesempatannya, Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Etty Susilowati menjelaskan mengenai lingkup rencana kerja sama dalam rangka optimalisasi kegiatan Jasa Konsultansi Perencanaan dan Pengawasan di bidang sumber daya air, ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, survei dan investigasi, konstruksi, gedung dan lingkungan.

“Rencana kerja sama antara kami dan Indra Karya ini dalam rangka pemanfaatan sumber daya perusahaan terkait kegiatan Jasa Konsultansi Perencanaan dan Pengawasan di bidang sumber daya air, ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, survei dan investigasi, konstruksi, gedung dan lingkungan untuk sinergi usaha dengan prinsip yang saling menguntungkan,” pungkas Etty.

Indra Karya saat ini memiliki 3 lini bisnis utama Engineering, Developer dan Industri akan terus berkomitmen menunjukkan kinerja positif di tengah tantangan persaingan usaha saat ini khususnya pada sektor Sumber Daya Air, ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, survei dan investigasi, konstruksi, gedung dan lingkungan. Memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun di sektor Engineering, Indra Karya yakin untuk memberikan kualitas terbaik pada setiap proyek-proyek yang dikerjakan.

“Dalam proses memberikan kontribusi dengan kualitas terbaik, PT Indra Karya (Persero) adalah perusahaan konsultan dengan pengalaman lebih dari 60 tahun dalam bidang Engineering. Satu-satu nilai tambah yang dimiliki perseroan yakni Laboratorium Geoteknik yang ada di Divisi Survei dan Investigasi. Hal tersebut tentunya akan memberikan kualitas terbaik pada setiap proyek-proyek yang dikerjakan ke depannya. Khususnya pada pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan kajian geologi, survei dan investigasi,” ujar Gok Ari.

Terjalinnya kerja sama ini merupakan langkah positif PT Indra Karya (Persero) untuk terus berkontribusi dalam rangka membangun kolaborasi BUMN. Harapannya, kerja sama dengan PT Jasa Tirta Energi ini dapat membuka peluang perusahaan untuk menjalin kerja sama di sektor lainnya sehingga ke depan, keberadaan PT Indra Karya (Persero) dapat terus memberikan kontribusi terbaik untuk Indonesia.

Sukses Menjadi Inisiator Pengelola Sumber Daya Air di Indonesia, Indra Karya Raih 3 Penghargaan

Sukses Menjadi Inisiator Pengelola Sumber Daya Air di Indonesia, Indra Karya Raih 3 Penghargaan

Jakarta – Adaptif dan Inovatif merupakan sebuah kunci sukses bagi entitas konsultan sekelas PT Indra Karya (Persero) dapat terus menjdi leading dalam memberikan berbagai layanan konsultansi di Indonesia. Sebagai perusahaan Konsultan BUMN yang bergerak di sektor Infrastruktur ini kian mempersiapkan diri untuk menjadi player besar dalam konsultansi infrastruktur handal menuju pasar global.

PT. Indra Karya (Persero) memegang peranan penting dalam pembangunan infrastruktur keberlanjutan di Indonesia terutama di Sektor Sumber Daya Air, Engeri & Energi Baru Terbarukan, Transportasi dan lainnya. Dalam ajang BUMN Branding & Marketing Award 2022 dengan tema “Strong Brand Immunity to Stay Relevant” yang digelar secara langsung di Golden Ballroom The Sultan Hotel Jakarta pada Rabu (09/11), PT Indra Karya (Persero) meraih 3 (tiga) kategori penghargaan yakni Bronze Winner pada kategori Brand Identity di bidang Branding, Bronze Winner pada kategori Technology Enhancement di bidang Marketing dan The Best CEO sebagai Inisiator Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di Indonesia untuk Direktur Utama PT Indra Karya (Perseo) Gok Ari Joso Simamora.

Penganugerahan BUMN Branding & Marketing Award 2022 ini merupakan penganugerahan tahun ke-10 yang diselenggarakan oleh BUMN Track untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan berkinerja unggul yang memiliki inovasi di bidang branding dan marketing.

Sebanyak 48 peserta yang lolos dari total 97 peserta yang terdiri dari perusahaan BUMN dan Anak Perusahaan BUMN turut berkompetisi pada ajang 10th BUMN Branding and Marketing Award 2022. 

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), Gok Ari menyampaikan bahwa apresiasi ini merupakan hasil dari adaptif inovasi branding dan menguatnya fungsi marketing perusahaan yang bertransformasi budaya serta bisnis yang dijalankan terus dilakukan penyempurnaan oleh insan Indra Karya dalam merespon kebutuhan stakeholder di tengah tantangan bisnis yang tidak menentu ditengah ancaman resesi global saat ini.

“Di tengah ancaman resesi situasi global saat ini, transformasi bisnis tentu menjadi pilihan utama dari manajemen mengambil langkah strategis yang di jalankan, untuk menghadapi situasi seperti ini Indra Karya tetap memberikan layanan prima di setiap layanan usaha yang diberikan, adaptif terhadap perubahan dan situasi kondisi yang dihadapi sesuai dengan semangat core value AKHLAK untuk mentransformasi budaya dan bisnis Perusahaan. Hal ini lah yang secara konsisten terus dilakukan oleh Perseroan dalam rangka menciptakan brand experience bagi pelanggan secara menyeluruh sehingga menjadi berbeda dari perusahaan lain dan berdampak pada kepuasan pelanggan atas performa layanan produk jasa yang diberikan. Kita harus menunjukkan bahwa BUMN punya mindset dan mau beradaptasi. Berkolaborasi dan menjaga harmonisasi adalah kunci dalam menjalankan bisnis yang kuat sebagaimana harapan dari Bapak Menteri BUMN,” Ungkapnya.

Melalui ajang BUMN Branding & Marketing Award 2022 ini, menjadi ajang bagi Indra Karya untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaiknya sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki tidak hanya untuk skala nasional namun juga secara global kedepannya.

“Melalui apresiasi atas raihan 3 (tiga) penghargaan bagi Indra Karya di ajang BUMN Branding & Marketing Award 2022 ini tentunya menjadi motivasi bagi seluruh insan Indra Karya untuk kedepannya dapat memberikan kontribusi terbaik kepada pelanggan dengan inovasi-inovasi jasa yang dikembangkan untuk memperkuat lini bisnis secara nasional maupun global kedepannya. Kompetensi yang dimiliki Indra Karya tidak hanya berdampak pada creating shared value bagi Perusahaan namun juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat, seperti halnya pengembangan teknologi inovasi Smart Water System yang mampu mendeteksi data by name by address sehingga memudahkan pemantauan dalam memberikan layanan air bersih untuk masyarakat, terutama masyarakat di daerah terpencil yang kesulitan mengakses kebutuhan air bersih,” jelas Gok Ari.

“Indra Karya sebagai Perusahaan BUMN yang telah berkontribusi lebih dari 60% di bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Energi Baru Terbarukan ini yakni menghadirkan program layanan teknologi di bidang Developer Keairan yakni program Smart Water System sebagai solusi pengelolaan air bersih terintegrasi dan mendorong kolaborasi di setiap pelaksanaan programnya di lapangan,” tutup Gok Ari.

Turut hadir pada perhelatan acara tersebut, Eko Budiono selaku Direktur, Okky Suryono selaku VP Corporate Secretary, Gagah Guntur Aribowo selaku VP Operation and Business Developement, Nita Syafitri selaku Manager Corporate Communication & External Relations PT Indra Karya (Persero).

Indra Karya Resmi Masuk Paket Manajemen Konstruksi Induk IKN Nusantara

Jakarta – PT Indra Karya (Persero) bersama PT Jaya CM, PT Bemaco Rekaprima, dan PT. Geornap International Consultant secara resmi bergabung dalam Paket Manajemen Konstruksi Induk dalam proses pembangunan infrastruktur dasar untuk mendukung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara, Nusantara.

“Ini merupakan pengalaman pertama bagi kita semua dalam membangun Ibu Kota Negara. Untuk itu, seluruh konsultan yang menangani Manajemen Konstruksi (MK) Induk ini perlu menjalankan tata kelola yang baik dan adaptif dalam bekerja serta menjaga lingkungan ekosistem di lokasi proyek,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti dalam acara penandatanganan Paket Manajemen Konstruksi Induk, Kamis (03/11).

Diana menambahkan bahwa MK Induk ini secara keseluruhan mengintegrasikan pengawasan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Negara Nusantara.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan dan mentransformasikan pelaksanaan pekerjaan di seluruh sektor di KIPP IKN Nusantara,” kata Diana lagi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merancang pembangunan infrastruktur IKN Nusantara dilaksanakan secara bertahap dengan mengusung konsep “Future Smart Forest City of Indonesia” sehingga tetap memperhatikan aspek lingkungan.

“Pada tahap awal yaitu 2022-2024, pembangunan yang akan menjadi prioritas Kementerian PUPR meliputi KIPP seluas 6.671 hektar. Oleh karena itu, pembangunan wajib menjaga ekosistem lingkungan, tidak menebang pohon sembarangan dan kewajiban menanam pohon di daerah terkait,” tambah Diana.

Sejalan dengan pernyataan Dirjen Cipta Karya, Direktur Utama Indra Karya Gok Ari Joso Simamora menyampaikan bahwa dengan dimulainya pekerjaan Manajemen Konstruksi Induk untuk KIPP IKN ini, diharapkan bisa mengatur tata kelola pelaksanaan pembangunan dapat teratur sedemikian rupa sehingga memperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan.

“Untuk bisa mencapai tujuan ini, kami perlu memperhatikan mutu bangunan, biaya yang digunakan, waktu pelaksanaan dengan memperhatikan aspek environmental lingkungan tetap terjaga agar pembangunan IKN bisa berjalan dengan optimal dan terintegrasi berkelanjutan sesuai target yang dicanangkan oleh Kementerian PUPR,” kata Gok Ari.

Gok Ari berharap, Indra Karya dan beberapa perusahaan lainnya bisa berperan penting dan meminimalisir risiko dari sisi mutu, fisik konstruksi, biaya, waktu dan aspek manajemen lingkungan berkelanjutan secara terintegrasi pada pembangunan KIPP IKN Nusantara.

Pelaksanaan kegiatan ini telah melalui berbagai proses pengadaan barang dan jasa dimana PT Indra Karya (Persero) sebagai BUMN Konsultan Konstruksi juga telah mengikuti proses lelang tender pengadaan barang dan Jasa Manajemen Konstruksi Induk pada kegiatan pembangunan KIPP IKN sesuai dengan Surat Ketua TPBJK Bidang Infrastruktur Ibu Kota Negara Nomor: PB.0201- Kg/TPBJK Bid. IN/345 tentang Penyampaian Hasil Seleksi Paket Manajemen Konstruksi Induk dan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa untuk pelaksanaan Pekerjaan Manajemen Konstruksi Induk pada Kegiatan Pembangunan KIPP IKN Nomor: SPPBJ/LELANG-MK-IKN-Wil1/01/Xl/2022.

Indra Karya Jalin Kerja Sama untuk Sinergikan Sumber Daya dengan Kunhwa Engineering

Indra Karya Jalin Kerja Sama dengan Kunhwa Engineering untuk SInergikan Sumber Daya masing-masing Perusahaan pada Senin (10/10)

Jakarta (10/10) – Dalam komitmen menjunjung kualitas infrastruktur yang baik melalui Jasa Desain, Engineering, dan Pengawasan, PT Indra Karya (Persero) bersama Kunhwa Engineering & Consultant menjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dari kedua pihak pada Senin yang lalu (10/10). Kunhwa Engineering & Consultant Co., LTD. merupakan perusahaan konsultan asal Korea yang memberikan jasa supervisi konstruksi dengan reputasi kompetensi manajemen, teknikal, dan keuangan yang telah diakui.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur PT Indra Karya (Persero) Eko Budiono, VP Corporate Secretary Okky Suryono VP Operation and Business Development Gagah Guntur dan Manager Operation and Business Development Muhammad Fauri. Kemudian kegiatan ini juga dihadiri oleh Deuk Soo Moon yang merupakan Director of Operational Business Department dari Kunhwa Engineering & Consultant Co., LTD.

Dalam perjanjian ini, Indra Karya dan Kunhwa akan bekerja sama untuk melaksanakan beberapa kegiatan yang meliputi pekerjaan proyek potensial dengan cakupan kerja desain, engineering, dan supervisi yang berlokasi di kawasan Asia.

“Indra Karya telah melaksanakan berbagai proyek-proyek bergengsi dengan mutu dan kualitas sesuai dengan standar teknis yang berlaku. Dengan dilaksanakannya kerja sama bersama Kunwha, kami (Indra Karya) yakin akan dapat melaksanakan proyek ini dengan baik dan berkualitas,” ujar Gagah Guntur saat tukar pikiran ketika penandatanganan proyek.

Gagah optimis Indra Karya dapat melaksanakan proyek kerja sama ini dengan baik dan berkualitas dengan melihat track record Indra Karya pada proyek-proyek yang telah berjalan. Indra Karya juga memiliki berbagai pengalaman dalam laksanakan jasa desain, engineering, supervisi konstruksi yang menjadi pekerjaan utama dalam kerja sama ini.

PT Indra Karya (Persero) sendiri miliki lini bisnis yang sejalur, yakni Supervisi Konstruksi dengan jejak proyek yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan lini bisnis utama dalam bidang sumber daya air, Indra Karya terus berkomitmen untuk memberikan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur keairan. Meskipun demikian, Indra Karya juga terus intensif garap proyek-proyek diluar bidang keairan seperti sektor Energi bidang ketenagalistrikan. Hingga saat ini, Indra Karya telah memiliki pengalaman di sektor energi, di mana perusahaan berpengalaman dalam menggarap beberapa pekerjaan PLTA, PLTU, PLTM, i-Radiator Nuklir serta Gasifikasi batu bara. Hal tersebut merupakan nilai tambah bagi perusahaan untuk terus memberikan kualitas terbaik pada setiap proyek-proyek yang dikerjakan khususnya di sektor energi.

Dengan menjalin kerja sama dari kedua perusahaan konsultan supervisi konstruksi, diharapkan kedepannya dapat membawa output yang maksimal serta berkelanjutan, serta Indra Karya dapat memperkuat kerja sama lintas negara.

Pengadaan Pembuatan Company Profile PT Indra Karya (Persero)

Bersama ini kami, PT Indra Karya (Persero), membuka tender untuk pengadaan Pembuatan Company Profile (cetak) & Video Profile yang mana proses pengadaan dilaksanakan pada platform PaDI UMKM. Peminat dapat mengunjungi laman di situs web berikut dibawah ini  untuk mengikuti pengadaan dimaksud. Dokumen pendukung pada pengadaan barang dan jasa dapat diunduh pada link :

https://drive.google.com/drive/folders/1r2sQJ6r386Z0ePq-Qy7sK68Ge2E8rYdH?usp=sharing


Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

Link pengadaan : https://padiumkm.id/user/tenders/138

Gelar Bimbingan Teknis TKDN, Indra Karya Bentuk Komitmen Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

Gelar Bimbingan Teknis TKDN, Indra Karya Bentuk Komitmen Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri, Selasa (13/9).

Jakarta – Pemerintah terus mengejar target rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen agar dapat diimplementasikan para pelaku industri pada semua sektor hingga 2024. PT Indra Karya (Persero) selaku Konsultan Konstruksi menyambut penuh hal tersebut dengan digelarnya bimbingan teknis assessment TKDN pada Agustus lalu melalui Operation and Business Development Division.

Kegiatan bimtek ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang dan Jasa serta Komitmen Direksi PT Indra Karya (Persero). Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, diatur bahwa wajib menggunakan Produk Dalam Negeri yang memiliki nilai TKDN paling sedikit 25 persen, apabila telah terdapat produk dalam negeri dengan penjumlahan nilai TKDN dan nilai Bobot Manfaat perusahaan minimal 40 persen.

“Pelatihan bimbingan teknis TKDN ini merupakan tindak lanjut atas pembentukan P3DN di internal untuk memperkuat komitmen kami sebagai Perusahaan BUMN Konsultan Karya yang bergerak di sektor Infrastruktur guna mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri baik penyerapan anggaran melalui Opex ataupun Capex kami,” ujar Okky Suryono selaku VP Corporate Secretary PT Indra Karya (Persero).

Bimtek yang dilaksanakan secara langsung pada 13 September 2022 di Hotel Teraskita, Jakarta tersebut diikuti sebanyak 30 peserta terdiri dari unsur pejabat pembuat komitmen pengadaan barang dan jasa, pejabat panitia lelang atau terkait pengadaan barang jasa dan beberapa perwakilan divisi bisnis PT Indra Karya (Persero).

Sementara itu, narasumber yang hadir secara langsung pada kegiatan ini, yakni dari PT Sucofindo (Persero). Mereka membahas mengenai Sosialisasi dan Implementasi Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk Pekerja Infrastruktur PT Indra Karya (Persero).

Okky juga mengajak pelaksanaan seluruh kegiatan di lingkungan PT Indra Karya (Persero) agar mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan komponen dalam negeri minimal 40%.

“Ke depan, seluruh aspek layanan operasi yang diberikan akan mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan TKDN minimal 40%. Dengan penggunaan produk dalam negeri, merupakan wujud kontribusi nyata Perusahaan dalam pembangunan bangsa dan negara kea rah yang lebih baik,” tutup Okky.

Indra Karya Kejar Tayang Bendungan Ameroro

PT Indra Karya (Persero) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) terutama dalam bidang infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya yakni Bendungan Ameroro yang berlokasi di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Bendungan Ameroro masuk dalam daftar PSN sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air di Sulawesi Tenggara dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air di wilayah tersebut.

“Progress Bendungan Ameroro untuk pekerjaan Konsultan Supervisi Konstruksi saat ini telah mencapai 53,7%, dan tengah memasuki tahapan pengerjaan timbunan zona 5, penyelesaian pengecoran concrete cap untuk grouting bendungan, penyelesaian galian riverbed, penyelesaian tower intake, dan proses konstruksi spillway. Kami, Indra Karya sebagai BUMN Konsultan Engineering terintegrasi, mendapatkan peran sebagai pelaksana supervisi konstruksi pada proyek bendungan Ameroro ini. Bendungan Ameroro merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR untuk mengatasi bencana banjir serta penyedia air baku di Kabupaten Konawe,” ungkap Eko Budiono selaku Direktur PT Indra Karya (Persero).

Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari pengendalian banjir di Konawe dan sekitarnya untuk mereduksi banjir di wilayah hilir dengan debit sebesar 443,3 meter kubik per detik. Sebagai daerah penyangga Kota Kendari yang merupakan Ibu Kota Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe diperkirakan akan terus berkembang salah satunya melalui pengembangan industri nikel serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang membutuhkan air baku bersumber dari bendungan.

Bendungan Ameroro sendiri mulai dilaksanakan sejak tahun 2020 dan direncanakan selesai pada 2023 ini, memanfaatkan biaya APBN sebesar Rp 1,6 Triliun. Secara umum, progress pembangunan bendungan telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas dan progress pekerjaan yang dicapai sangat baik. Pencapaian target pekerjaan dan kualitas pekerjaan ini tentunya tidak terlepas dari konsistensi dan peran serta dari kapasitas masing-masing pihak melalui kolaborasi BUMN antara kontraktor dan konsultan BUMN yakni PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya (KSO) selaku Kontraktor dan PT Indra Karya (Persero) sebagai Konsultan Supervisi Konstruksi yang bertugas menjaga kualitas dari pelaksanaan pekerjaan melalui pengawasan di lapangan.

Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung 54,53 juta meter kubik dengan luas genangan 244,06 hektare. Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini direncanakan mampu menyediakan air baku untuk Kabupaten Konawe sebesar sebesar 511 liter per detik, PLTM dengan kapasitas 1,3 Megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 8,2 Megawatt. Bendungan Ameroro memiliki tinggi puncak mencapai 82 meter, dengan panjang bendungan 324 meter, dan lebar 12 meter serta diproyeksikan dapat menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Konawe.

“Harapannya pembangunan Bendungan Ameroro ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Konawe. Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini diharapkan mampu menyediakan air baku untuk Kabupaten Konawe, PLTM dengan kapasitas 1,3 Megawatt dan PLTS sebesar 8,2 Megawatt serta pengembangan pariwisata. Selain juga berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan ini juga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai lahan konservasi dan pengembangan sektor wisata baru di Konawe,” Tutup Eko Budiono.