Sukses Impounding, Indra Karya Terlibat Sebagai Supervisi Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan

Sukses Impounding, Indra Karya Terlibat Sebagai Supervisi Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan, Jumat (25/11).

Manado – Bendungan Kuwil Kawangkoan yang berada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi telah dilaksanakan pengisian awal (Impounding) pada Jumat (25/11) dengan ditandai penekanan tombol sirine oleh Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Walikota Manado Andrei Angouw dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, I Komang Sudana. Rangkaian acara Impounding bendungan dengan kapasitas tampung 23,4 juta m3 dan luas genangan 139 ha ini dihadiri oleh Deputi Bidang Hukum & Perundang-undangan Kementerian BUMN, Carlo. Tewu, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), Gok Ari Joso Simamora, VP Corporate Secretary PT Indra Karya (Persero), Okky Suryono dan VP Operation and Business Development PT Indra Karya (Persero), Gagah Guntur Aribowo.

Airlangga Mardjono selaku Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR juga Komisaris Utama PT Indra Karya (Persero) dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah turut membantu terselenggaranya kegiatan Impounding ini. Dijelaskan bahwa bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak Agustus tahun 2016.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan hingga terselenggaranya kegiatan Impounding hari ini. Bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak Agustus tahun 2016 dan telah selesai pembangunan fisik pada tahun 2022. Saya berharap dengan adanya pembangunan bendungan ini, kita semua mampu untuk menjaga sumber air, salah satunya bendungan, sehingga sumber daya air bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan berkelanjutan,” ucap Airlangga.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora mengatakan bahwa berjalannya proyek ini tentunya tidak terlepas dari konsistensi dan peran serta dari kapasitas masing-masing pihak melalui kolaborasi BUMN antara kontraktor dan konsultan BUMN yakni PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Nindya Karya – KSO selaku Kontraktor dan PT Indra Karya (Persero) melalui Divisi Engineering II – PT Maxitech Utama – PT Mutiara Gading Perkasa – KSO sebagai Konsultan Supervisi yang bertugas menjaga kualitas dari pelaksanaan pekerjaan melalui pengawasan di lapangan.

“Indra Karya sebagai Konsultan Supervisi melaksanakan perannya sebagai pengawas di lapangan pada proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan ini. Sebelum dilaksanakan kegiatan Impounding hari ini, PT Indra Karya (Persero) melalui Divisi Engineering II telah melakukan persiapan teknis intensif yang meliputi evaluasi pelaksanaan konstruksi, laporan penyiapan daerah genangan, laporan rencana pengisian awal waduk dan laporan pedoman OP. Pelaksanaan pekerjaan ini tidak pernah dihentikan selama pandemi Covid-19 dengan tetap mengedepankan protokol penanganan Covid-19 yang sangat ketat. Kami akan terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam kegiatan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya sesuai dengan nawacita Pemerintah,” ungkap Gok Ari.

Bendungan tipe urugan zona dengan inti ditengah yang terdiri dari zona inti lempung, zona filter halus, zona filter kasar, zona batu dan zona rip rap ini diproyeksikan dapat memberikan banyak manfaat pada ketahanan sumber daya air bagi masyarakat Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Manfaat yang dihasilkan Bendungan Kuwil Kawangkoan yakni antara lain mengatasi masalah banjir Kota Manado dan sekitarnya dengan menjadi pengendali debit banjir Q40 sebesar 470,00 m3/detik; menjadi penyedia air baku 4,50 m3/detik untuk Kota Bitung, Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara; serta menjadi potensi sumber listrik PLTM berkapasitas 2 x 0,70 MW. Kedepannya Bendungan Kuwil Kawangkoan juga berpotensi untuk dilakukan pengembangan pada sektor pariwisata. Proyek ini juga merupakan bagian dari antisipasi pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya, dimana telah terjadinya banjir bandang pada tahun 2014.

Dalam mewujudkan ketahanan pangan dan air yang berkelanjutan, Pemerintah dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang diterbitkan pada 17 November 2020 menetapkan Bendungan Kuwil Kawangkoan menjadi salah satu bendungan yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Indra Karya Jalin Kerja Sama untuk Sinergikan Sumber Daya dengan Kunhwa Engineering

Indra Karya Jalin Kerja Sama dengan Kunhwa Engineering untuk SInergikan Sumber Daya masing-masing Perusahaan pada Senin (10/10)

Jakarta (10/10) – Dalam komitmen menjunjung kualitas infrastruktur yang baik melalui Jasa Desain, Engineering, dan Pengawasan, PT Indra Karya (Persero) bersama Kunhwa Engineering & Consultant menjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dari kedua pihak pada Senin yang lalu (10/10). Kunhwa Engineering & Consultant Co., LTD. merupakan perusahaan konsultan asal Korea yang memberikan jasa supervisi konstruksi dengan reputasi kompetensi manajemen, teknikal, dan keuangan yang telah diakui.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur PT Indra Karya (Persero) Eko Budiono, VP Corporate Secretary Okky Suryono VP Operation and Business Development Gagah Guntur dan Manager Operation and Business Development Muhammad Fauri. Kemudian kegiatan ini juga dihadiri oleh Deuk Soo Moon yang merupakan Director of Operational Business Department dari Kunhwa Engineering & Consultant Co., LTD.

Dalam perjanjian ini, Indra Karya dan Kunhwa akan bekerja sama untuk melaksanakan beberapa kegiatan yang meliputi pekerjaan proyek potensial dengan cakupan kerja desain, engineering, dan supervisi yang berlokasi di kawasan Asia.

“Indra Karya telah melaksanakan berbagai proyek-proyek bergengsi dengan mutu dan kualitas sesuai dengan standar teknis yang berlaku. Dengan dilaksanakannya kerja sama bersama Kunwha, kami (Indra Karya) yakin akan dapat melaksanakan proyek ini dengan baik dan berkualitas,” ujar Gagah Guntur saat tukar pikiran ketika penandatanganan proyek.

Gagah optimis Indra Karya dapat melaksanakan proyek kerja sama ini dengan baik dan berkualitas dengan melihat track record Indra Karya pada proyek-proyek yang telah berjalan. Indra Karya juga memiliki berbagai pengalaman dalam laksanakan jasa desain, engineering, supervisi konstruksi yang menjadi pekerjaan utama dalam kerja sama ini.

PT Indra Karya (Persero) sendiri miliki lini bisnis yang sejalur, yakni Supervisi Konstruksi dengan jejak proyek yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan lini bisnis utama dalam bidang sumber daya air, Indra Karya terus berkomitmen untuk memberikan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur keairan. Meskipun demikian, Indra Karya juga terus intensif garap proyek-proyek diluar bidang keairan seperti sektor Energi bidang ketenagalistrikan. Hingga saat ini, Indra Karya telah memiliki pengalaman di sektor energi, di mana perusahaan berpengalaman dalam menggarap beberapa pekerjaan PLTA, PLTU, PLTM, i-Radiator Nuklir serta Gasifikasi batu bara. Hal tersebut merupakan nilai tambah bagi perusahaan untuk terus memberikan kualitas terbaik pada setiap proyek-proyek yang dikerjakan khususnya di sektor energi.

Dengan menjalin kerja sama dari kedua perusahaan konsultan supervisi konstruksi, diharapkan kedepannya dapat membawa output yang maksimal serta berkelanjutan, serta Indra Karya dapat memperkuat kerja sama lintas negara.

Pengadaan Pembuatan Company Profile PT Indra Karya (Persero)

Bersama ini kami, PT Indra Karya (Persero), membuka tender untuk pengadaan Pembuatan Company Profile (cetak) & Video Profile yang mana proses pengadaan dilaksanakan pada platform PaDI UMKM. Peminat dapat mengunjungi laman di situs web berikut dibawah ini  untuk mengikuti pengadaan dimaksud. Dokumen pendukung pada pengadaan barang dan jasa dapat diunduh pada link :

https://drive.google.com/drive/folders/1r2sQJ6r386Z0ePq-Qy7sK68Ge2E8rYdH?usp=sharing


Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

Link pengadaan : https://padiumkm.id/user/tenders/138

Gelar Bimbingan Teknis TKDN, Indra Karya Bentuk Komitmen Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

Gelar Bimbingan Teknis TKDN, Indra Karya Bentuk Komitmen Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri, Selasa (13/9).

Jakarta – Pemerintah terus mengejar target rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen agar dapat diimplementasikan para pelaku industri pada semua sektor hingga 2024. PT Indra Karya (Persero) selaku Konsultan Konstruksi menyambut penuh hal tersebut dengan digelarnya bimbingan teknis assessment TKDN pada Agustus lalu melalui Operation and Business Development Division.

Kegiatan bimtek ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang dan Jasa serta Komitmen Direksi PT Indra Karya (Persero). Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, diatur bahwa wajib menggunakan Produk Dalam Negeri yang memiliki nilai TKDN paling sedikit 25 persen, apabila telah terdapat produk dalam negeri dengan penjumlahan nilai TKDN dan nilai Bobot Manfaat perusahaan minimal 40 persen.

“Pelatihan bimbingan teknis TKDN ini merupakan tindak lanjut atas pembentukan P3DN di internal untuk memperkuat komitmen kami sebagai Perusahaan BUMN Konsultan Karya yang bergerak di sektor Infrastruktur guna mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri baik penyerapan anggaran melalui Opex ataupun Capex kami,” ujar Okky Suryono selaku VP Corporate Secretary PT Indra Karya (Persero).

Bimtek yang dilaksanakan secara langsung pada 13 September 2022 di Hotel Teraskita, Jakarta tersebut diikuti sebanyak 30 peserta terdiri dari unsur pejabat pembuat komitmen pengadaan barang dan jasa, pejabat panitia lelang atau terkait pengadaan barang jasa dan beberapa perwakilan divisi bisnis PT Indra Karya (Persero).

Sementara itu, narasumber yang hadir secara langsung pada kegiatan ini, yakni dari PT Sucofindo (Persero). Mereka membahas mengenai Sosialisasi dan Implementasi Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk Pekerja Infrastruktur PT Indra Karya (Persero).

Okky juga mengajak pelaksanaan seluruh kegiatan di lingkungan PT Indra Karya (Persero) agar mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan komponen dalam negeri minimal 40%.

“Ke depan, seluruh aspek layanan operasi yang diberikan akan mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan TKDN minimal 40%. Dengan penggunaan produk dalam negeri, merupakan wujud kontribusi nyata Perusahaan dalam pembangunan bangsa dan negara kea rah yang lebih baik,” tutup Okky.

Indra Karya Kejar Tayang Bendungan Ameroro

PT Indra Karya (Persero) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) terutama dalam bidang infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya yakni Bendungan Ameroro yang berlokasi di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Bendungan Ameroro masuk dalam daftar PSN sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air di Sulawesi Tenggara dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air di wilayah tersebut.

“Progress Bendungan Ameroro untuk pekerjaan Konsultan Supervisi Konstruksi saat ini telah mencapai 53,7%, dan tengah memasuki tahapan pengerjaan timbunan zona 5, penyelesaian pengecoran concrete cap untuk grouting bendungan, penyelesaian galian riverbed, penyelesaian tower intake, dan proses konstruksi spillway. Kami, Indra Karya sebagai BUMN Konsultan Engineering terintegrasi, mendapatkan peran sebagai pelaksana supervisi konstruksi pada proyek bendungan Ameroro ini. Bendungan Ameroro merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR untuk mengatasi bencana banjir serta penyedia air baku di Kabupaten Konawe,” ungkap Eko Budiono selaku Direktur PT Indra Karya (Persero).

Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari pengendalian banjir di Konawe dan sekitarnya untuk mereduksi banjir di wilayah hilir dengan debit sebesar 443,3 meter kubik per detik. Sebagai daerah penyangga Kota Kendari yang merupakan Ibu Kota Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe diperkirakan akan terus berkembang salah satunya melalui pengembangan industri nikel serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang membutuhkan air baku bersumber dari bendungan.

Bendungan Ameroro sendiri mulai dilaksanakan sejak tahun 2020 dan direncanakan selesai pada 2023 ini, memanfaatkan biaya APBN sebesar Rp 1,6 Triliun. Secara umum, progress pembangunan bendungan telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas dan progress pekerjaan yang dicapai sangat baik. Pencapaian target pekerjaan dan kualitas pekerjaan ini tentunya tidak terlepas dari konsistensi dan peran serta dari kapasitas masing-masing pihak melalui kolaborasi BUMN antara kontraktor dan konsultan BUMN yakni PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya (KSO) selaku Kontraktor dan PT Indra Karya (Persero) sebagai Konsultan Supervisi Konstruksi yang bertugas menjaga kualitas dari pelaksanaan pekerjaan melalui pengawasan di lapangan.

Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung 54,53 juta meter kubik dengan luas genangan 244,06 hektare. Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini direncanakan mampu menyediakan air baku untuk Kabupaten Konawe sebesar sebesar 511 liter per detik, PLTM dengan kapasitas 1,3 Megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 8,2 Megawatt. Bendungan Ameroro memiliki tinggi puncak mencapai 82 meter, dengan panjang bendungan 324 meter, dan lebar 12 meter serta diproyeksikan dapat menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Konawe.

“Harapannya pembangunan Bendungan Ameroro ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Konawe. Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini diharapkan mampu menyediakan air baku untuk Kabupaten Konawe, PLTM dengan kapasitas 1,3 Megawatt dan PLTS sebesar 8,2 Megawatt serta pengembangan pariwisata. Selain juga berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan ini juga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai lahan konservasi dan pengembangan sektor wisata baru di Konawe,” Tutup Eko Budiono.

Kolaborasi BUMN Mendorong Program SDGs di Desa Cidadap Melalui Smart Water System

Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kementerian BUMN (kiri) dan Kepala Desa Cidadap (Kanan) melakukan uji coba smart card pada Program Smart Water System di Desa Cidadap, Sukabumi pada Sabtu (28/8).

Sukabumi (28/8) – Saat ini kebutuhan akan air bersih di masyarakat terus meningkat. Ditengah pandemi covid-19, kebutuhan atas air bersih meningkat sebagai efek dari penerapan protokol kesehatan untuk melindungi diri dari virus covid-19 serta jumlah penggunaan air domestik. Menurut data dari Indonesia Water Institut, total konsumsi air bersih sebelum pandemi covid-19 adalah 415-615 liter per hari per rumah, kemudian angka tersebut meningkat selama pandemi covid-19 yang mencapai 995-1415 liter per hari per rumah tangga.

Dalam rangka mendukung Suistainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang dicanangkan oleh pemerintah, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Indra Karya (Persero) dan 4 BUMN lainnya berkolaborasi untuk memberikan solusi bagi masyarakat atas kebutuhan dasar air bersih. Kolaborasi ini dilakukan melalui program penyediaan sarana dan prasarana air bersih Smart Water System. Bantuan ini diberikan kepada 5 dusun dengan jumlah total 6.500 Kepala Keluarga atau 15.464 jiwa yang berlokasi di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Sukabumi Jawa Barat.  Pemberian bantuan air bersih melalui Smart Water System yang memanfaatkan sumber air sungai Cimandiri ini, juga dilakukan sebagai solusi mengatasi kekeringan air yang kerap terjadi pada musim kemarau, jauhnya akses sumber air bersih, serta untuk mendorong peningkatan perilaku hidup bersih sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Cidadap.

Teknologi Smart Water System tersebut diserahkan secara langsung oleh Asisten Deputi TJSL Kementerian BUMN yang merupakan Pembina dari program TSJL di lingkungan BUMN, serta diterima langsung oleh Kepala Desa Cidadap dan Camat Kecamatan Simpenan pada acara peresmian dan peluncuran program tersebut pada Sabtu (28/8).

Asisten Deputi Bidang TJSL Kementerian BUMN, Agus Suharyono menyampaikan bahwa ia sangat mengapresiasi BUMN-BUMN yang telah berkontribusi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar air bersih melalui penyediaan sarana dan prasarana air bersih, sesuai dengan pelaksanaan SDGs dan TPB yang di dorong oleh Kementerian BUMN

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi TJSL yang dilakukan oleh 5 BUMN ini, dimana bantuan penyediaan sarana dan prasarana air bersih dengan teknologi Smart Water System ini untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Desa Cidadap Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi ini dan pelaksanaan program ini tentunya sesuai dengan pelaksanaan atas SDGs atau TPB sesuai dengan semangat yang di dorong oleh Kementerian BUMN agar BUMN dapat terus membantu masyarakat dengan berbagai program yang dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh masyarakat,” Jelas Agus Suharyono.

Agus Suharyono menambahkan, “Program bantuan smart water di cidadap ini merupakan tapak awal yg perlu dijaga bersama kelanjutannya sehingga menjadi suatu bukti kontribusi program TJSL yang nantinya dapat dilakukan di daerah2 lainnya” Ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Dadang Rdani selaku Camat Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa pihaknya sangat bersyukur atas bantuan fasilitas air bersih sehingga dapat merubah situasi dan kondisi masyarakat di Kecamatan Simpenan. 

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Kementerian BUMN dan BUMN yang telah membantu kami, sehingga kami mendapatkan program bantuan air bersih yang bisa sangat merubah situasi dan kondisi masyarakat kami, yang sebelumnya kami kesulitan air bersih namun berkat program bantuan smart water system dari BUMN dan ini memberikan manfaat yang sangat besar sekali untuk masyarakat di Desa Cidadap,” pungkas Dadang.

Program Smart Water System ini merupakan teknologi karya BUMN yang terintegrasi dengan Smart Card yang digunakan sebagai Tap Card untuk mengucurkan air bersih bagi masyarakat dengan kuota yang diberikan per orang sebesar 60-80 liter/hari sehingga masyarakat mendapatkan air bersih secara adil dan merata.

Program bantuan diinsiasi oleh Kementerian BUMN dan pelaksanaan program bantuan ini seluruhnya dijalankan melalui program TJSL dengan total anggaran sebesar 1,45 Miliar dengan konsep kolaborasi BUMN antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Jamkrindo, PT Indra Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero).