Perkuat peran BUMN sektor SDA, Indra Karya dan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I Jalin Kerja Sama optimalisasi Sumber Daya

Penandatanganan Nota Kesepahaman Indra Karya dengan Perum Jasa Tirta 1

Jakarta (10/05) – PT Indra Karya (Persero) menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I dalam rangka berkolaborasi mengiptimalkan pemanfaatan sumber daya masing-masing perusahaan di bidang pengelolaan sumber daya air (SDA). Kolaborasi ini di tuangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar kedua belah pihak. Penandatanganan komitmen kerjasama tersebut digelar pada hari Selasa (10/05) bertempat di Kantor PJT I Perwakilan Jakarta. Pada kesempatan ini, dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora dan Direktur PT Indra Karya (Persero) Eko Budiono bersama Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan, beserta jajaran dari masing-masing Perusahaan.

Acara ini merupakan inisiasi yang dilakukan dalam rangka memperkuat potensi dan peran dari kedua BUMN yang bergerak di sektor sumber daya air. Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan yang dalam sambutannya mengatakan bahwa rencana kerja sama ini adalah dalam rangka pemanfaatan sumber daya perusahaan, yakni kegiatan di bidang Sumber Daya Air (SDA) termasuk pengembangan pemanfaatan pengetahuan dan teknologi di Bidang SDA, Pemanfaatan energi baru terbarukan di bidang SDA, pengelolaan sumber daya perusahaan, khususnya berupa pengembangan digitalisasi di berbagai bidang termasuk pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga penguatan proses bisnis perusahaan di bidang jasa konsultansi, laboratorium air, laboratorium tanah dan laboratorium udara.

“Rencana kerja sama antara kami PJT I dan Indra Karya ini adalah dalam rangka pemanfaatan sumber daya perusahaan yakni kegiatan di dalam bidang Sumber Daya Air (SDA) termasuk pengembangan pemanfaatan pengetahuan dan teknologi di Bidang SDA, digitalisasi diberbagai bidang hingga pengelolaan SDM dan laboratorium yang dimiliki. Tujuan kerja sama ini adalah dalam rangka memperkuat kolaborasi antar BUMN di sektor SDA agar semakin baik dalam mengemban tugas dari Pemerintah kedepannya,” kata Raymond Valiant Ruritan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari usaha perusahaan dalam memperkuat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki perusahaaan khususnya di bidang survei dan investigasi, pemetaan dan pengelolaan SDA hingga pemanfaatan energi baru terbarukan di bidang SDA yang masih kompetitif dan potensial untuk dikembangkan bersama.

“Kolaborasi antara Indra Karya dan Perum Jasa Tirta I ini merupakan bagian dari usaha perusahaan untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang di miliki masing – masing perusahaaan, dan kami menyambut baik atas inisiasi kolaborasi ini agar BUMN di sektor SDA ini semakin kuat dalam mengemban amanah yang di berikan, potensi layanan di sektor survei dan investigasi masih cukup besar termasuk pada layanan jasa pengujian laboratorium tanah dan geoteknik yang kami miliki, sekaligus kami ingin bersama-sama memperkuat digitalisasi layanan di bidang sumber daya air,” Ujar Gok Ari Joso Simamora.

Terjalinnya kerja sama ini merupakan langkah positif bagi PT Indra Karya (Persero) dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I untuk terus berkontribusi dalam membangun kolaborasi dilingkungan BUMN. Harapannya melalui kerjasama dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I, dapat membuka peluang perusahaan untuk menjalin kerja sama di sektor lainnya terutama dalam bidang Sumber Daya Air (SDA) sehingga ke depan, keberadaan PT Indra Karya (Persero) dapat terus memberikan kontribusi positif untuk Indonesia.

PT Indra Karya (Persero) dan Perum Jasa Tirta 1 merupakan BUMN yang terlahir dalam satu rahim yang sama yakni di awali pada saat pelaksanaan proyek pengembangan dan pengelolaan sungai brantas di Jawa Timur, saat ini kedua perusahaan masuk ke dalam Holding PT Danareksa (Persero). PT Indra Karya (Persero) telah terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional terutama pada pembuatan Bendungan di Indonesia. Adapun sebanyak 65% lebih dari keseluruhan bendungan yang ada di Indonesia, Indra Karya senagai BUMN konsultan konstruksi telah menghasilkan berbagai maha karya dalam bentuk desain bendungan yang high standard, inovatif, dan terintegrasi. Selain itu, dalam menjamin ketersediaan air nasional, Bendungan menjadi salah satu bagian utama untuk memberikan kepastian ketahanan air secara berkelanjutan yang diperuntukan ketersediaan air baku bagi masyarakat termasuk bagi sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan yang ada di Indonesia. Sedangkan, Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I merupakan BUMN yang bertugas dalam bidang pengelolaan Sumber Daya Air yang bermutu dan baik dalam memberi manfaat pelayanan air dan melindungi masyarakat dari daya rusak air. Serta melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengelolaan wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS). Saat ini Perum Jasa Tirta I ditugaskan untuk melakukan pengelolaan serta pengusahaan di 5 (lima) Wilayah Sungai strategis yang menjadi kewenangan Pusat. Pengelolaan SDA dilakukan oleh Perum Jasa Tirta I secara terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan prinsip Integrated Water Resources Manajemen (IWRM). Hal ini dirupakan dalam bentuk pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana pengairan yang terdapat di berbagai wilayah di Indonesia. Perum Jasa Tirta I juga bergerak dalam bidang pengusahaan Sumber Daya Air, dengan mengoptimalkan nilai manfaat aset kelola sekaligus sumber daya Perusahaan untuk menghasilkan produk layanan untuk masyarakat luas, diantaranya penyediaan air bersih, pembangkitan energi, jasa uji kualitas air dan udara, hingga pengelolaan pariwisata.

Indra Karya Pastikan Kesiapan Teknis 100%, Bendungan Bintang Bano Siap Diresmikan

Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat – Provinsi NTB

Jakarta (10/1) – Bendungan Bintang Bano merupakan bendungan yang terletak di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi NTB. Bendungan ini siap untuk diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo pada pertengahan Januari 2022 mendatang.

Vice President Operation and Business Development Division, Gagah Guntur Aribowo, menyampaikan bahwa dalam pembangunan Bendungan Bintang Bano, Indra Karya memiliki peran sebagai Konsultan Konstruksi yang terlibat mulai pengerjaan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan, detail desain, kajian AMDAL, sertifikasi desain hingga pekerjaan supervisi konstruksi.

“Adapun keterlibatan Indra Karya pada pembangunan Bendungan Bintang Bano adalah sebagai Konsultan Konstruksi yang telah ikut serta mulai dari pengerjaan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan pada tahun 2006, kemudian Indra Karya juga turut dalam pekerjaan Detail Engineering Desain (DED), Kajian AMDAL dan Sertifikasi Desain pada tahun 2009 dan pekerjaan supervisi konstruksi yang dimulai sejak November tahun 2015 hingga Desember 2021. Pada akhir bulan Desember 2021 progress pembangunan telah selesai 100% sehingga dalam waktu dekat sudah siap untuk diresmikan Presiden Joko Widodo,” jelas Gagah.

Lebih lanjut Gagah menjelaskan bahwa desain Bendungan Bintang Bano dirancang dengan type bendungan rockfill inti tegak dengan tinggi 72 m, panjang 471 m dan lebar puncak 12 m. Bendungan Bintang Bano membendung aliran Sungai Brang Rea dengan total kapasitas tampung 76,2 juta m3 dan luas genangan 256,47 ha.

“Dengan selesainya pembangunan Bendungan Bintang Bano ini, diharapkan akan meningkatkan produktivitas pertanian pada areal + 6.600 ha, menyediakan air bersih bagi masyarakat Kab Sumbawa Barat sebesar 550 ltr/det dan pengendalian banjir bagian hilir terutama di Kota Taliwang. Selain itu bendungan ini juga dapat menghasilkan energi listrik dengan kapasitas 8,8 MW dan menjadi salah satu destinasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi karena menjadi salah satu bendungan terindah yang ada di Indonesia. Untuk menjaga fungsi bendungan dapat terus berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat serta menjaga keamanan bendungan, nantinya bendungan ini akan dilakukan inspeksi rutin setiap tahun dan inspeksi besar secara berkala setiap 5 tahun sekali,” tambah Gagah.

Indra Karya yang merupakan BUMN konsultan konstruksi yang kini masuk ke dalam Holding PT Danareksa (Persero) ini, telah terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional terutama pada pembuatan Bendungan di Indonesia, sebanyak 65% lebih dari keseluruhan bendungan yang ada di Indonesia Indra Karya telah menghasilkan maha karya dalam bentuk desain bendungan yang high standard, inovatif, dan terintegrasi. Dalam menjamin ketersediaan air nasional, Bendungan menjadi salah satu bagian utama untuk memberikan pemastian ketahanan air secara berkelanjutan yang diperuntukan ketersediaan air baku bagi masyarakat termasuk bagi sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Direktur Utama Indra Karya ditugaskan mengelola Perum Jasa Tirta 1

Jakarta (29/12) – Kementerian BUMN melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) menugaskan Milfan Rantawi sebagai Direksi Perum Jasa Tirta 1. Milfan Rantawi yang sebelumnya merupakan Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) mendapatkan penugasan tersebut dikarenakan memiliki rekam jejak yang sangat baik, dimana saat ini telah membawa PT Indra Karya (Persero) mengelola lebih dari 61% proyek strategis nasional dan menguatkan eksistensi perusahaan dibidang Sumber Daya Air di Indonesia.

Melalui RUPS LB Perum Jasa Tirta 1 tanggal 29 Desember 2021, Milfan resmi menjabat sebagai Direksi Perum Jasa Tirta 1 selaku BUMN yang bergerak di bidang operator pengelolaan air di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Okky Suryono selaku VP Corporate Secretary PT Indra Karya (Persero) menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan hal yang sangat baik dan mendorong profesionalisme dimana Milfan Rantawi telah membawa Indra Karya di posisi saat ini.

“Kami sangat mendukung pengangkatan Bapak Milfan Rantawi sebagai Direksi Perum Jasa Tirta 1 dan hal ini masih memiliki korelasi hubungan kedekatan dengan PT Indra Karya (Persero) dimana awal berdiri PT Indra Karya (Persero) berawal dari Proyek Brantas di Jawa Timur yang dipisah menjadi tiga Perusahaan BUMN yakni Indra Karya sebagai konsultan, Brantas Abipraya sebagai Kontraktor, dan Perum Jasa Tirta 1 sebagai pengelola operator air,” jelasnya

Kemudian Okky juga menambahkan, “Kami atas nama pegawai Indra Karya mengucapkan selamat dan sukses serta ucapan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan,” tutupnya.

Prestasi yang di capai selama Milfan Rantawi menjabat sebagai Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) pada periode 2018-2021 di antaranya mendorong pertumbuhan produksi usaha rata-rata 32,21% setiap tahunnya dan membukukan laba rata-rata 26,49%. Beberapa pengakuan publik yang diraih di antaranya sebagai The Best CEO BUMN for Strategic Innitiative Collaboration pada tahun 2019 dan penghargaan perusahaaan di beberapa bidang lainnya. Pada kesempatan sebelumnya melalui RUPS, Airlangga Mardjono yang merupakan Direktur Sungai dan Bendungan Kementerian PUPR diangkat sebagai Komisaris Utama PT Indra Karya (Persero) melalui SK Menteri BUMN No. SK-395/MBU/12/2021 sedangkan untuk posisi Direktur Utama dijabat oleh Eko Budiono sebagai Pelaksana Tugas (Plt. Direktur Utama).

PT Indra Karya (Persero) Raih Penghargaan kolaborator terbaik di Ajang BUMN Branding & Marketing Award 2021

Jakarta (15/12) – PT Indra Karya (Persero) meraih Silver Winner di ajang BUMN Branding & Marketing Award 2021 pada kategori Adaptif Through Collaboration – International Collaboration yang diserahkan secara langsung oleh Ketua Dewan Juri Kehormatan Arief Yahya kepada VP Operation and Business Development PT Indra Karya (Persero) Gagah Guntur Aribowo di Ballroom Hotel JW Marriot Mega Kuningan Jakarta pada Rabu malam (15/12) dengan mengimplementasikan standar protokol Covid-19.

Mengusung tema “Adaptif Through Collaboration in Order to Stay Relevant”, penganugerahaan BUMN Branding & Marketing Award 2021 ini merupakan penganugerahan tahun ke-9 diselenggarakan oleh BUMN Track ini bertujuan  untuk mendorong perilaku adaptif dan semangat kolaborasi dikalangan BUMN dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga bisnis yang berkelanjutan.

Sebanyak 107 perusahaan yang terbagi atas kategori BUMN, Anak Perusahaan BUMN dan BUMN Tbk berkompetisi pada ajang 9th BUMN Branding and Marketing Award 2021 yang dibagi menjadi dua tahapan. Tahapan pertama merupakan tahapan administratif berupa kuesioner mencakup capaian prestasi atas inovasi yang dimiliki, peserta yang berhasil lolos tahapan pertama kemudian melaju ke tahap seleksi kedua berupa presentasi dan wawancara pendalaman di hadapan dewan juri dengan total 59 perusahaan.

Pada kesempatan yang sama, VP OBD Indra Karya menyampaikan bahwa apresiasi ini merupakan hasil dari kreatifitas inovasi branding perusahaan yang terus dilakukan oleh insan Indra Karya dalam merespon kebutuhan stakeholders di tengah wabah pandemi Covid-19.

“Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini, perubahan pola bisnis tentu terjadi namun hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi kami untuk tetap memberikan pelayanan yang prima di setiap layanan bidang usaha dengan disertai pemenuhan aspek kesehatan di seluruh perimeter unit kerja hingga seluruh proyek untuk memastikan seluruh layanan tetap produktif terutama untuk memastikan pekerjaan proyek-proyek strategis nasional tetap berjalan lancar dan tidak terkendala. Perubahan pengelolaan kampanye promo perusahaan juga dilakukan dengan meningkatkan kreatifitas pengemasan model pola branding yang berbeda terutama melalui optimalisasi pemanfaatan platform media digital sebagai kanal yang menguatkan citra positif Perusahaan,” ujar Gagah.

Melalui ajang BUMN Branding & Marketing Award 2021 ini, menjadi ajang bagi Indra Karya untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaiknya sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki tidak hanya untuk skala nasional namun juga secara global.

“Alhamdulillah, melalui peran aktif Indra Karya sebagai kolaborator berbagai pihak dan di berbagai sektor ini mendapatkan apresiasi positif berupa penghargaan Adaptif Through Collaboration – International Collaboration bagi Indra Karya di ajang BUMN Branding & Marketing Award 2021 ini tentunya menjadi motivasi bagi kami kedepannya agar Indra Karya senantiasa dapat memberikan pelayanan prima kepada seluruh stakeholder dengan inovasi-inovasi jasa yang terus dikembangkan untuk memperkuat lini bisnis yang dimiliki dengan mengedepankan prinsip Kolaborasi sesuai dengan core value kami yakni AKHLAK baik kolaborasi di tingkat nasional maupun global terutama di Asia-Afrika seperti yang tengah dilakukan perusahaan saat ini,” jelas Gagah.

Selanjutnya Gagah menyampaikan bahwa Indra Karya sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Engineering, Developer & Industry ini senantiasa terus menghadirkan kolaborasi dalam merespon peluang di tengah pandemi seperti ini.

“Kolaborasi yang dilakukan oleh Indra Karya sebagai Perusahaan BUMN yang memiliki lebih dari 60 tahun di bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Energi Baru Terbarukan ini salah satunya kami menghadirkan program layanan di bidang Developer salah satunya adalah sebagai kolabprator untuk program Air Mengalir untuk Indonesia “Smart Water System Management” yaitu penyediaan sarana prasarana air bersih menggunakan teknologi smart water yang diintegrasikan dengan smart card yang dikombinasikan dengan perangkat BWRO ataupun SWRO dengan output air bersih yang telah terfilterisasi,” tutup Gagah. Pandemi Covid-19  ini sangat berdampak negatif terhadap perekonomian di seluruh sektor usaha termasuk sektor konstruksi. Namun hingga akhir triwulan 3 ini, Indra Karya masih tetap produktif dengan mencatatkan kinerja positif atas operasi walaupun di proyeksikan tingkat ketercapaian terhadap target masih sekitar 71% dari total target yang dicanangkan oleh pemegang saham. Pada triwulan 3 tahun 2021 ini, Indra Karya telah membukukan pendapatan operasi sebesar Rp151,369 Miliar dengan kontrak kerja senilai Rp415,451 Miliar serta mencatatkan laba bersih senilai Rp8.213 Miliar atau meningkat 51,28% dari capaian triwulan 3 tahun 2020 lalu.

Indra Karya bersama Danareksa Group Gelontorkan Bantuan, Dukung Desa Digital dan Pengrajin Batik Disabilitas di Boyolali

Boyolali (30/10) – Era perkembangan teknologi informasi (TI) memberikan tantangan dalam pembangunan ekonomi desa. Desa dituntut harus mampu beradaptasi mengikuti kemajuan teknologi dengan mengurangi kesenjangan digital melalui pengembangan desa digital. Pengembangan desa digital ini dapat mendorong kemajuan semua bidang di desa seperti pendidikan, perekonomian, wisata serta pelayanan terhadap masyarakat. Desa digital ini juga dapat mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mempromosikan produk-produk lokalnya menggunakan saluran e-commerce atau market place.

Dalam rangka memberikan dukungan terhadap pengembangan UMK di Indonesia serta pencapaian atas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 1, 2, 4, 7, 8, 11, 12, 16 & 17 sebagaimana program strategis yang di dorong oleh Bapennas, Indra Karya bersama Danareksa-PPA dan Anak Perusahaan Danareksa berkolaborasi bersama-sama melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk menyalurkan bantuan sebesar Rp152.000.000 dalam rangka mendukung sarana dan prasarana Program Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital Desa dan Pelatihan Digital Pemberdayaan UMK yang diserahkan secara langsung pada Sabtu (30/10) oleh Trisuci Septalia Dewi selaku Manajer Corporate Social Responsibility PT Danareksa (Persero), Hanung Priyatna selaku Ketua TJSL PT Indra Karya (Persero) dan Bambang Palgunadi selaku Wakil Ketua TJSL PT Indra Karya (Persero) yang diterima langsung oleh Yayuk Tutik Supriyanti selaku Kepala Desa Tawang Sari pada Sabtu (30/10) berlokasi di Kantor Desa Tawang Sari, Boyolali – Jawa Tengah.

Yayuk Tutik Supriyanti selaku Kepala Desa mengatakan bahwa pengembangan desa digital Tawangsari dilakukan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa, melalui pemberdayaan masyarakat desa yang dapat memberikan manfaat ekonomi terutama bagi para UMKM Desa Tawangsari.

“Dengan adanya Desa Digital Tawangsari ini, kami berharap pengembangan ini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat Desa, terutama di masa pandemi seperti sekarang. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh BUMN Klaster Danareksa yang telah berkolaborasi memberikan bantuan yang sangat bermanfaat bagi kami untuk mendukung terwujudnya Desa digital Tawangsari,” tutur Yayuk.

Corporate Secretary PT Indra Karya (Persero), Okky Suryono mengatakan bahwa bantuan ini, diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui pembinaan dan pelatihan UMK dari para pengrajin batik yang ada di Desa Tawangsari melalui program Desa Digital.

“Ini menjadi langkah awal bagi kami untuk dapat berkontribusi meringankan beban  bagi masyarakat melalui dukungan terhadap program kreatif yang menyasar masyarakat dan komunitas di Desa seperti Desa Digital di Tawang Sari ini. Sehingga program kreatif ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dan komunitas-komunitas yang ada seperti para pengrajin dai saudara kita disabilitas untuk dapat terus berkarya dan produktif di masa sekarang ini,” jelas Okky.

Sebagai informasi, BUMN yang berpartisipasi dalam program Desa Digital Tawang Sari antara lain PT Danareksa (Persero), PT PT PPA (Persero), PT Indra Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero), PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (Persero), Perum Jasa Tirta I, PT Nindya Karya (Persero), PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT PANN (Persero), PT Kawasan Industri Makassar (Persero) dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero).

Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat, Kolaborasi Indra Karya & Mandiri Salurkan Bantuan 2,1 Milyar untuk Hadirkan Air Bersih di Labuan Bajo

Labuan Bajo (15/10) – Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat dan Kementerian BUMN memberikan apresiasi tinggi terhadap program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan diinisiasi PT Indra Karya (Persero) dalam menyediakan sarana dan prasaran air bersih melalui Smart Water System yang memanfaatkan sumber air laut sebagai solusi mengatasi kekeringan air yang kerap terjadi pada musim kemarau, jauhnya akses sumber air bersih, serta untuk mendorong peningkatan perilaku hidup bersih sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong penguatan ekonomi masyarakat mengingat air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang dibutuhkan masyarakat di Labuan Bajo. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Manggarai Barat, Edistius Endi, yang hadir secara langsung pada Serah Terima Bantuan Sarana dan Prasarana Air Bersih melalui Smart Water System pada Jumat (15/10).

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi langkah kolaborasi BUMN PT Indra Karya (Persero) dan Bank Mandiri yang turut membantu mengupayakan tercukupinya air bersih bagi masyarakat di wilayah Labuan Bajo melalui Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) konsep Smart Water System, yang sangat membantu memenuhi kebutuhan bagi Masyarakat,” ujar Edi.

Lebih lanjut, Edi menambahkan, “Saya senang, karena kolaborasi BUMN ini tidak berhenti pada proses pemberian sarana dan prasarana air bersih saja, tetapi juga ada langkah-langkah tindak lanjut, transfer pengetahuan teknologi kepada Perumda kami yang nantinya program bantuan ini akan dikelola oleh Perumda untuk mendorong penguatan ekonomi lokal,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi  mengatakan bahwa kehadiran kolaborasi BUMN melalui Kolaborasi bersama ini mendorong program community development telah memberikan lebih dari sekedar kebutuhan dasar bagi masyarakat di wilayah Labuan Bajo dan mendukung Suistainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan melibatkan Pemerintah tingkat Desa dan Masyarakat.

“Alhamdulillah, kami hadir di Labuan Bajo bersama Bank Mandiri menghadirkan Air Bersih untuk Indonesia di Labuan Bajo sebagaimana yang telah diinsiasi oleh Kementerian BUMN, kami menghadirkan program bantuan air bersih yang berlokasi di 4 titik yakni Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Desa Warloka, Desa Warloka Pesisi, dan Desa Macangtanggar di  Kabupaten Manggarai Barat, NTT dimana lokasi ini merupakan desa penunjang wisata di Labuan Bajo sehingga bantuan yang diberikan ini nantinya akan dikelola oleh BUMD atau BUMDes ini dapat mendorong penguatan ekonomi bagi Desa, melalui sinergi yang dibangun antara Badan Usaha Milik Negara dengan Pemerintah Daerah,” jelas Milfan.

Seperti yang diketahui sebelumnya, sejak tahun 2020 hingga 2021 Indra Karya telah telah menjalankan Program Smart Water System di 3 Provinsi yakni Provinsi Jawa Timur Desa Modung Kabupaten Madura, Provinsi Jawa Barat Desa Cidadap Kabupaten Sukabumi dan  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Desa Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Desa Warloka, Desa Warloka Pesisi, dan Desa Macangtanggar Kabupaten Manggarai Barat yang dilakukan melalui Kolaborasi BUMN.

Lebih lanjut, Milfan Rantawi, mengatakan bahwa hal ini merupakan bentuk komitmen nyata Indra Karya untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui berbagai program TJSL yang selama ini dijalankan. Program penyediaan fasilitas air bersih adalah bagian dari arahan pemerintah yakni Suistainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), dimana program TJSL diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri menyampaikan, “Sejalan dengan semangat BUMN untuk Indonesia, kami yakin, sinergi ini akan dapat mewujudkan Labuan Bajo yang lebih maju dan sejahtera, sehingga semakin menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Hal ini juga menjadi konsistensi Bank Mandiri dalam mendukung pembangunan Labuan Bajo yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Darmawan.

Program Smart Water System ini merupakan teknologi karya Indra Karya yang diintegrasikan  dengan Smart Card sebagai Tap Card untuk mengucurkan air bersih bagi masyarakat dengan kuota yang diberikan per orang sebesar 60-80 liter/hari sehingga masyarakat mendapatkan air bersih secara adil dan merata.

Program bantuan diinsiasi oleh Kementerian BUMN dan pelaksanaan program bantuan ini seluruhnya dijalankan melalui program TJSL dengan total anggaran sebesar 2,1 Milyar dengan sharing pembiayaan bersama antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Indra Karya (Persero).

Indra Karya Gandeng Astrum Korea Garap Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Jakarta (27/4) – Sebagai upaya mendukung Pemerintah dalam rangka mendorong percepatan transisi untuk kemandirian energi melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan efisiensi energi guna menjaga ketahanan energi di Indonesia, PT Indra Karya (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Astrum-DI yang merupakan afiliasi dari KTB Financial Group Korea, terkait pekerjaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Energi Baru Terbarukan lainnya di Indonesia dengan konsep Joint Venture atau kerja sama Operasi Bersama. Hal tersebut ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Indra Karya dan Astrum-DI bertempat di Kantor Pusat PT Indra Karya (Persero), Gedung HK Tower Cawang, Jakarta Timur pada Selasa (27/4).

Kegiatan penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi, Direktur PT Indra Karya (Persero) Eko Budiono dan Direktur Utama PT Astrum-DI Mr. Park Goung Duk.

Dalam perjanjian tersebut, Indra Karya dan Astrum akan bekerja sama yang meliputi kegiatan pengkajian, pengusahaan dan pengembangan proyek di PLTS, melakukan perencanaan, pembangunan dan pengawasan proyek dan investasi. Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) menyebutkan, kerja sama lintas instansi dan lintas negara ini merupakan bagian dari usaha perusahaan untuk memperkuat potensi yang dimiliki oleh masing-masing Perusahaan.

“Selama ini orang mengenal Indra Karya di bidang bendungan, adanya kerja sama ini merupakan upaya perusahaan dalam meningkatkan kompetensinya di bidang lain selain keairan yakni bidang energi baru terbarukan, oleh karena itu, perusahaan dirasa perlu melakukan kerja sama dengan pihak lain yang telah memiliki keahlian dalam melakukan pengkajian, pengusahaan, dan pengembangan proyek di sektor EBT, apalagi saat ini Pemerintah sedang gencar dalam mewujudkan energi baru terbarukan (EBT). Tentunya ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan untuk bisa merealisasikan kemandirian energi untuk Indonesia,” ujar Milfan Rantawi.

Dalam kesempatannya, Direktur Utama PT Astrum-DI Mr. Park Goung Duk mengatakan sangat menyambut baik terwujudnya kerja sama ini. Menurutnya, hal tersebut berpotensi memperkuat kapabilitas kedua perusahaan terutama di sektor Energi di Indonesia.

“Rencana kerja sama antara kami dan Indra Karya ini dalam rangka penguatan kerjasama lintas instansi dan negara, kami memiliki source teknologi dan investasi dari Korea di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup baik untuk diterapkan di Indonesia, dan kami siap bekerja sama dengan Indra Karya sebagai konsultan konstruksi terbaik di bidangnya,” pungkas Park Goung Duk.

PT Indra Karya (Persero) yang saat ini memiliki 3 lini bisnis utama Engineering, Developer dan Industri berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan di Indonesia terutama guna mendorong pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi covid-19 seperti saat ini. Indra Karya memiliki pengalaman dalam pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia, walaupun pada sejak awal pendirian, Perusahaan ini telah bergerak di sektor Energi dibidang ketenagalistrikan. Hingga saat ini, Indra Karya telah memiliki pengalaman di sektor energi, di mana perusahaan berpengalaman dalam menggarap beberapa pekerjaan PLTA, PLTU, PLTM, i-Radiator Nuklir serta Gasifikasi batu bara. Hal tersebut merupakan nilai tambah bagi perusahaan untuk terus memberikan kualitas terbaik pada setiap proyek-proyek yang dikerjakan khususnya di sektor energi.

Terjalinnya kerja sama ini merupakan inisiasi lintas institusi bisnis dan lintas negara, guna mendorong semangat 60 Tahun Indra Karya dengan slogan Go Global untuk terus memperkuat posisi bisnis dan peran penting konsultan Indonesia kedepannya.

Indra Karya Raih Dua Penghargaan di Ajang Top CSR Awards 2021

Direktur Utama Milfan Rantawi (kiri) dan Direktur PT Indra Karya (Persero) Eko Budiono (kanan) memegang 2 (dua) piala penghargaan yang berhasil diraih dalam acara Top CSR Award pada Kamis (22/4)

Jakarta (22/4) – PT Indra Karya (Persero) meraih dua penghargaan yaitu kategori TOP CSR Awards on Star 4 dan TOP Leader Commitment pada ajang Top CSR Awards 2021 yang diselenggarakan oleh TopBusiness. Penghargaan diterima secara langsung oleh Direktur Utama dan Direktur PT Indra Karya (Persero) dalam acara yang digelar pada Kamis (22/4) di Dian Ballroom Hotel Raffles, Jakarta Selatan ini mengusung tema Peran Strategis CSR dalam mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di Masa Kenormalan Baru.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi mengatakan bahwa raihan penghargaan ini membuat perusahaan terpacu untuk terus menjalankan program CSR berkelanjutan sebagai bentuk karya serta kontribusi bagi perusahaan agar semakin memberikan dampak positif baik secara profit maupun eksistensi sebagai wujud BUMN untuk Indonesia.

 “Alhamdulillah kami mendapatkan penghargaan di 2 kategori pada ajang TOP CSR Awards ini, penghargaan ini kami dedikasikan bagi seluruh insan Indra Karya. Raihan penghargaan ini menjadikan kami untuk semakin terpacu dalam menjalankan program CSR berkelanjutan sebagai bentuk karya serta kontribusi bagi perusahaan agar semakin memberikan dampak positif BUMN secara profit maupun eksistensi sebagai wujud BUMN untuk Indonesia,” jelasnya.

Raihan penghargaan ini juga disambut baik oleh Sekretaris Perusahaan PT Indra Karya (Persero), Okky Suryono menyatakan bahwa meraih penghargaan TOP CSR Awards ini merupakan sebuah apresiasi atas keberhasilan PT Indra Karya (Persero) dalam menjalankan fungsi perusahaan melalui program CSR. Acara ini tentunya baik untuk diikuti agar dapat terus mengevaluasi dan memunculkan inovasi-inovasi baru khususnya pada bidang Corporate Social Responsibility atau CSR.

“Meraih penghargaan TOP CSR Awards ini merupakan sebuah apresiasi atas keberhasilan PT Indra Karya (Persero) dalam menjalankan fungsi perusahaan melalui program CSR. Kami berterima kasih kepada penyelenggara dan segenap dewan juri yang telah mempercayai Indra Karya sebagai salah satu penerima penghargaan. Dari penghargaan ini, dapat menjadi sarana pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas CSR dalam mendukung bisnis perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Okky.

Penghargaan TOP CSR Awards on Star 4 dinilai berdasarkan kriteria, keselarasan CSR dengan strategi bisnis & penerapan CSV (Creating Shared Value), program CSR unggulan di masa pandemi Covid-19, tingkat adopsi CSR terhadap ISO 26000 social responsibility serta kebijakan dan sistem tata kelola CSR. Penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2021 diraih oleh Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendukung kelengkapan sistem, tata kelola, dan kebehasilan implementasi CSR di perusahaan. Sistem kebijakan, tata kelola, dan keberhasilan CSR di perusahaan, akan sulit dijalankan secara efektif, jika Top Business Leader nya tidak memiliki komitmen yang tinggi terhadap CSR.

Indra Karya Raih Penghargaan Kategori Community Based Development Pada Ajang PR Indonesia Awards 2021

Jakarta (31/3) – PT Indra Karya (Persero) meraih Silver Winner pada kategori Program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan sub kategori Community Based Development di ajang PR Indonesia Awards(PRIA) 2021 yang diselenggarakan oleh PR Indonesia Group. Penyerahan penghargaan dilakukan secara virtual oleh Founder dan CEO PR Indonesia, Asmono Wikan kepada Sekretaris Perusahaan PT Indra Karya (Persero), Okky Suryono dan disiarkan secara langsung oleh PR Indonesia melalui Youtube Channel PR Indonesia Magazine pada Rabu (31/3).  

Raihan penghargaan ini sangat disambut baik oleh Sekretaris Perusahaan PT Indra Karya (Persero), Okky Suryono. Okky mengatakan, ini merupakan kali pertama Indra Karya mengikuti Ajang Anugerah PR Indonesia Awards dan langsung menyabet penghargaan untuk sub kategori Community Based Development dengan nama program Penuhi SDGs No. 6 melalui Smart Water System. Diharap, capaian ini bisa dipertahankan, bahkan untuk kategori lainnya bisa diikuti. Selain itu, Okky juga berharap kinerja karyawan bisa ditingkatkan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini tentunya kami persembahkan untuk seluruh Insan Indra Karya. Penghargaan yang berhasil kami raih menjadi wujud apresiasi dari pihak eksternal terhadap program yang kami miliki sekaligus menjadi pemacu untuk tetap berinovasi dalam program-program kami lainnya dan saya harap hal baik ini dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang,” ungkap Okky.

Okky juga mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan The 6th PR Indonesia Awards (PRIA) 2021. Menurutnya, meskipun di tengah pandemi Covid-19 saat ini, penyelenggara tetap konsisten untuk mewujudkan komitmen PR Indonesia sebagai barometer dunia komunikasi khususnya bagi Kehumasan di Indonesia melalui penilaian kinerja Komunikasi/Kehumasan di Indonesia pada segala sektor di berbagai kategori penghargaan.

“Terlebih, PR Indonesia telah berkolaborasi bersama para pakar, guru dan tokoh yang tentunya sangat kompeten di Bidang Komunikasi untuk menilai secara komprehensif kepada seluruh peserta kompetisi. Sehingga menjadi pemenang dalam ajang PRIA ini adalah hal yang sangat membanggakan bagi kami,” ujar Okky.

Sebagai informasi, Ajang PR Indonesia Awards (PRIA) merupakan ajang tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh PR Indonesia yang juga bekerja sama dengan perusahaan media monitoring. PR Indonesia Awards (PRIA) adalah bentuk komitmen dari PR Indonesia dalam mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh Humas atau Public Relations baik dari korporasi, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Ajang ini baik untuk diikuti agar dapat mencerminkan bagaimana pencapaian tertinggi kinerja komunikasi \mulai dari Korporasi, Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah serta Praktisi Komunikasi.  Ajang penghargaan tahunan sejak 2016 ini mempertandingkan beberapa kategori yaitu, seperti Owned Media, Kanal Digital, Program PR, Program CSR, Penanganan Krisis, Manual (pedoman) Tata Kelola Kehumasan, Departemen PR, Laporan Tahunan, Brand Visual Identity, hingga Terpopuler di Media, dan pada tahun ini telah diikuti oleh 599 peserta.

Proses penjurian dilakukan oleh para professional diantaranya, para pakar PR, akademisi, professional dan praktisi di berbagai bidang seperti Maria Wongsonagoro (PR INDONESIA Gurus), Magdalena Wenas (PR INDONESIA Gurus), Suharjo Nugroho (Ketua Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia), Emilia Bassar (CEO CPPROCOM), Janette Pinariya (Rektor I Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR), Firsa Nova (Managing Director Nexus PR), Ika Sastrosoebroto (Founder & CEO Prominent PR), Arya Gumilar (Founder BAYK Strategic Sustainabily), Titis Widyatmoko (Pemimpin Redaksi Brilio.net), Aqwam Fiazmi Hanifan (Produser Narasi Newsroom), Salman Bachtiar (Direktur Komunikasi International Society of Sustainability Professionals), Sam August (Pemimpin Redaksi Majalahcsr.id), Verlyana Hitipeuw (CEO & Principal Consultant Kiroyan Patners), Asmono Wikan (Founder & CEO PR INDONESIA, Sekjen Serikat Perusahaan Pers Pusat).

Rayakan HUT ke-60 Tahun, Indra Karya Siap Menuju Pasar Global

Jakarta (29/3) – Pada tanggal 29 Maret 2021, PT. Indra Karya (Persero) yang merupakan badan usaha miliki negara telah mencapai usia yang ke-60 tahun. Dalam rangka merayakan hari jadinya, PT Indra Karya (Persero) mengadakan acara perayaan serta soft launching logo baru yang dilaksanakan secara internal melalui zoom meeting. Acara dihadiri oleh seluruh Stakeholder dan Shareholder perusahaan, termasuk Komisaris, Direksi, seluruh General Manager Divisi dan seluruh tim lapangan PT Indra Karya (Persero).

Dalam sambutannya Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), Ir. Milfan Rantawi, MM mengatakan bahwa sepuluh tahun kebelakang perusahaan terus berbenah melakukan perubahan, hal itu terlihat dari pertumbuhan perusahaan yang terus meningkat setiap tahunnya. “Di usia perusahaan yang menginjak ke-60 ini, saya ingin kita melakukan evaluasi bersama agar kedepan Indra Karya dapat mewujudkan visi perusahaan, salah satunya untuk melakukan pelebaran pasar ke luar negeri. Saya juga ingin mengatakan bahwa selama sepuluh tahun kebelakang perusahaan terus berbenah melakukan perubahan, hal itu terlihat dari pertumbuhan perusahaan yang terus meningkat setiap tahunnya” Ujar Milfan.

Seiring dengan growth serta perkembanganperusahaan yang saat ini memiliki 3 lini bisnis utama yakni Engineering, Developer dan Industry. Management PT Indra Karya (Persero) merasa perlu untuk melakukan perubahaan seiring dengan visi dan semangat perusahaan untuk melakukan ekspansi pasar ke luar negeri. Bersamaan dengan acara perayaan HUT Indra Karya ke-60, perusahaan meluncurkan logo baru. Perubahan logo Indra Karya merupakan bentuk dari semangat dan wajah baru perusahaan untuk terus bersemangat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan negeri, selalu konsisten menerapkan AKHLAK sebagai spirit Indra Karya, fokus meningkatkan pengembangan sumber daya air di Indonesia serta bertekad untuk merealisasikan perusahaan yang siap memasuki pasar global.

Pada kesempatannya Komisaris PT Indra Karya (Persero), Teddy Poernama,SE,MIkom, MIPR, mengatakan bahwa dengan berbekal pengalaman selama kurun waktu 60 tahun ini, saya berharap momen ini dapat dijadikan momen yang baik untuk semua insan indra karya agar secara konsisten berfokus pada kualitas SDM dan pelayanan untuk terus berkontribusi sehingga dapat menjadi leading konsultan di sektor Sumber Daya Air (SDA) di Indonesia.

“Tema Lets Go Global di usia yang ke-60 ini memberikan makna kepada insan indra karya untuk terus maju, memiliki kinerja unggul dan siap memasuki pasar global. Saya berharap momen ulang tahun ini dapat dijadikan momen yang baik untuk semua insan indra karya agar secara konsisten berfokus pada kualitas SDM dan pelayanan untuk terus berkontribusi sehingga dapat menjadi leading konsultan di sektor Sumber Daya Air (SDA) di Indonesia” Pungkas Teddy.

Direktur Utama PT. Indra Karya (Persero) berharap bahwa di usia 60 tahun ini dan dengan adanya peluncuran logo baru, harapannya Indra Karya tidak lagi mundur ke belakang yaitu saat masa-masa sulit, sehingga di tahun ini Indra Karya semakin baik, lebih bijak dari sisi perusahaan maupun karyawan agar saling mendukung dan sepakat untuk mencapai satu visi.

Perusahaan saat ini bertekad untuk mewujudkan visi untuk menjadi konsultan terintegrasi di bidang engineering, developer dan industry di sektor sumber daya air yang bertaraf internasional. Berdasarkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2020-2024, di tahun ini perusahaan memiliki target untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri khususnya regional Asia. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempersiapkan SDM unggul, digitalisasi teknologi, dan perubahan budaya kerja.

“Ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan untuk merealisasikan cita-cita perusahaan yakni mempersiapkan SDM unggul, digitalisasi teknologi, serta perubahan budaya kerja. mewujudkan SDM unggul menjadi concern perusahaan saat ini dan itu tidak mudah, oleh karena itu perusahaan telah mengalokasikan anggaran sesuai dengan permintaan kementerian yang nantinya akan dimanfaatkan untuk peningkatan kompetensi SDM,” Ujar Milfan.

 Harapannya di usia ke-60 tahun ini, PT Indra Karya (Persero) semakin matang dan tidak lagi mundur ke belakang, sehingga di tahun ini Indra Karya semakin baik dengan tekad untuk bisa mewujudkan cita-cita perusahaan sehingga ke depan kita tidak hanya memperkuat pasar dalam negeri tetapi bisa go global dengan melebarkan pasar kita ke luar negeri

“Saya berharap PT. Indra Karya (Persero) di usia 60 tahun ini, tidak lagi mundur ke belakang yaitu saat masa-masa sulit, sehingga di tahun ini Indra Karya semakin baik. Kami bertekad untuk bisa mewujudkan cita-cita perusahaan karena kita sudah melampaui batas fondasi sehingga ke depan kita tidak hanya memperkuat pasar dalam negeri tetapi bisa go global dengan melebarkan pasar kita ke luar negeri,” tutup Milfan.

Untuk menatap era baru di tahun ini, PT. Indra Karya (Persero) telah mengembangkan produk sehingga bukan lagi hanya engineering tetapi merambah ke bisnis developer dan industri. Banyak inisiasi dilakukan oleh perseroan guna menghasilkan recurring income dan nilai tambah bagi perusahaan. Dengan demikian, momen ulang tahun ke-60 ini dan dengan harapan baru ini, perusahaan optimis untuk mewujudkan visi dan cita-cita perusahaan serta terus memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan negeri.